April 26, 2023

Sampah (26)

Salah satu kecemasan saya melihat kondisi kampung saat ini tentang pengelolaan sampah yang benar-benar menyedihkan. Sungai menjadi tempat paling menyedihkan dipenuhi dengan tumpukan sampah dengan berbagai jenis sampah termasuk plastik dan bekas pempers. Saya tidak melihat ada solusi dari pemerintah setempat untuk mengelola sampah yang menurut saya sangat krusial untuk segera diselesaikan.

Saya membayangkan jika kondisi ini terus menerus terjadi dan pemerintah setempat tutup mata maka sampah akan menjadi masalah terbesar di samping gunung-gunung yang digunduli untuk lahan pertanian bawang yang semakin masif kerusakannya.

Saya mengingat tulisan Jared Diamond di bukunya Collapse bahwa salah satu penyebab runtuhnya peradaban manusia zaman dulu karena masifnya ecoside. Kerusakan lingkungan atau dalam istilah Jared Diamond disebut ecoside menjadi masalah besar bagi manusia karena bumi adalah inti kehidupan dan jika terjadi kerusakan yang parah maka secanggih apa pun peradaban manusia maka tidak ada artinya jika inti kehidupan sudah rusak.

#26 2023

April 25, 2023

Kebun (25)

Saya menyempatkan untuk mengunjungi kebun. Tempat yang sangat akrab dengan saya saat masih sekolah dulu. Saya menyukai kebun sebagai salah satu spot paling ampuh untuk menenangkan diri saya ketika berada di kampung.

Perbedaan paling mencolok adalah akses jalan menuju kebun yang sudah bisa dilalui kendaraan motor. masyarakat tidak perlu jalan kaki puluhan kilometer untuk sampai di kebun sehingga di satu sisi, membuat mobilisasi lebih mudah  namun di satu sisi, ada sisi lain yang hilang. 

Jalan kaki tidak lagi menjadi kebiasaan sehingga berpengaruh pada kebugaran fisik. Orang tua dulu memiliki fisik yang kuat karena mereka gemar jalan kaki sehingga tidak mudah terserang penyakit. Namun saat ini, kendaraan sudah menjamur sehingga jalan kaki menjadi sesuatu yang langka termasuk juga di kampung.

Saya melihat kebun ditumbuhi ilalang yang menjulang. hanya sedikit penanda pohon yang dulu masih sempat saya saksikan termasuk satu pohon cengkeh yang masih berdiri kokoh di pinggir kebun. Selebihnya tidak ada lagi sisa-sisa penanda pohon saat saya masih sekolah.

Kebun tetangga juga sudah berubah dengan berbagai tanaman yang sudah tumbuh. Kebun sebelah yang sedikit berbukit sudah dipenuhi dengan pohon cengkeh yang mana kebun itu dulu hanya berupa kebun yang ditumbuhi rumput liar.

Kebun adalah salah satu kenangan di kampung.


#25 2023

April 24, 2023

Bumi yang Panas (24)

Sudah beberapa hari terakhir, matahari begitu terik dengan panasnya yang menghujam ulu hati. Tidak hanya di daerah Jawa namun sesaat setelah memasuki perbatasan kampung halaman, matahari yang sama teriknya menyambut kami di gerbang kabupaten. Rasanya seperti dipanggang jika terkena matahari di siang bolong.

Setelah mencari informasi tentang bumi yang sedang panas-panasnya, ternyata memang Asia sedang dilanda gelombong panas bahkan diberitakan oleh salah satu media online bahwa akibat gelombang panas tersebut, puluhan orang meninggal di India. 

Manusia tidak pernah mau belajar dari apa yang dihadirkan oleh bumi dan segala fenomena yang langkah. Kita selalu menganggap bahwa semua peristiwa tersebut adalah siklus alamiah yang pasti akan terjadi tanpa berusaha untuk mengurai bahwa ada campur tangan manusia kenapa bumi semakin panas atau terjadi fenomena lain yang membuat manusia sering mengeluh.

Kampung halaman saya tidak jauh beda dengan tempat yang lain. Gunung-gunung yang dulunya merupakan hutan rindang ditumbuhi pepohonan yang membuat udara sejuk, kini menjadi tanah kosong yang siap ditanami bawang. Tidak ada pertimbangan keselamatan lingkungan yang perhatikan oleh para petani dalam menyulap gunung menjadi hamparan kebun bawang.

Alhasil, beberapa kali kampung yang terkenal berada di lereng gunung namun sering didatangani banjir bandang. Tentu karena tidak ada lagi pepohonan yang menahan air hujan sering longsong, banjir dan bencana alam lain yang dulu hampir pasti tidak terjadi, namun sekarang menjadi hal yang biasa.

#24 2023

April 23, 2023

Hari Pertama di Kampung (23)

Saya tiba di kampung tepat ketika matahari sedang berada di atas ubun-ubun. Benar-benar membakar kulit, tetapi tiba di kampung juga serasa membakar rindu yang memuncak selama setahun tidak pernah menengok masa lalu. Rutinitas tahunan yang selalu saya usahakan untuk mudik karena serupa oase di tengah kekeringan jiwa bermukim di ibu kota.

Ada rasa yang masih sama ketika memasuki gerbang kabupaten bertuliskan selamat datang. Tulisan itu serasa mengabarkan bahwa saya pulang dengan selamat selama bertahun-tahun berjuang hidup di negeri seberang. Sebuah pencapaian yang tentu bisa jadi kebanggaan karena bisa melewati hari demi hari yang berat.

Kampung memang tidak hanya sekadar tempat lahir namun dia selayaknya jiwa yang menyatu dalam diri sehingga sampai kapanpun tidak bisa tereduksi dari relung hati yang dalam. Kampung akan selalu tinggal jauh di dalam diri sejauh mana pun langkah kaki digerakkan. Setiap momen lebaran akan menjadi kerinduan tersendiri untuk mudik mengunjungi rindu yang tertinggal.

Saya tidak pernah bisa merasionalkan manusia yang mencampakkan masa lalunya dan berlari menjauh darinya. Saya menduga bahwa mereka sedang berusaha mengubah diri yang pada dasarnya tiba bisa diubah dengan apapun.

Kampung menjadi tameng paling ampuh untuk melindungi diri dari langkah yang keluar dari jalur, langkah yang kebablasan di setapak yang berdebu. Jika ada jalan hitam maka kampung akan menghantui sehingga diri tidak berani untuk berubah wujud menjadi manusia kota pada umumnya yang kehilangan diri mereka.

#23 2023

April 22, 2023

Mudik (22)

Cukup lama untuk kembali duduk ruang tunggu bandara menikmati suasana hiruk  pikuk penumpang yang datang dan pergi. Seingat saya, terakhir kali berada di bandara bulan oktober saat berangkat ke Yogyakarta.

Semenjak memutuskan resign dari perusahaan sebelumnya sebagai seorang auditor, membuat kesempatan saya bepergian mulai terbatas. Saya selalu menyenangi momen menunggu pesawat sambil memperhatikan semua yang ada di di bandara.

Masih dua jam lagi sebelum pesawat yang akan membawa saya ke Makassar. Suasana bandara sangat lengang karena sudah H+1 lebaran. Tentu peak day sudah lewat, biasanya seminggu sampai H-1 lebaran.

Mudik kali ini hanya membawa diri. Istri dan anak tinggal di Jakarta. Beginilah dinamika perantau yang berjodoh dengan pasangan beda pulau, harus bisa membagi waktu dengan baik. Selain itu, harus menata diri untuk lebih menikmati setiap momen yang dijalani.

Saya sudah terlalu sering menulis tentang mudik namun tetap saja bahwa setiap kali momen tersebut datang, selalu ada rasa yang tidak berubah, bagaimana merasakan momen pulang kampung yang mendatangkan kedamaian untuk menyegarkan raga yang dihantam kerasnya ombak perantauan.

#22 2023

April 21, 2023

Akhir Ramadan (21)

Lebaran kali ini berbeda antara Muhammadiyah dengan NU. Sebagai seorang yang tumbuh di kultur Muhammadiyah dan sekarang mengais rezeki di salah satu lembaga Muhammadiyah, maka saya Seharusnya untuk ikut keputusan Muhammadiyah yang melaksanakan lebaran idul fitri lebih cepat sehari dari keputusan pemerintah, namun berbagai pertimbangan yang kemudian mengharuskan saya untuk ikut keputusan pemerintah. Salah satunya karena di daerah tempat tinggal saya, tidak ada masjid yang melaksanakan salat ied hari Jum'at.

Sebenarnya, perbedaan ini tidak terlalu terasa jika saya lebaran di kampung namun lebaran di Jakarta yang mayoritas ikut keputusan pemerintah tentu menjadi tantangan tersendiri karena harus mencari masjid Muhammadiyah yang melaksanakan salat idul fitri.

Perbedaan ada untuk disikapi dengan bijak dan tidak harus merasa lebih baik dari kelompok yang berbeda. 

Meskipun demikian, tetap ada keinginan dalam hati agar hari besar semacam idul fitri bisa dilaksanakan serentak oleh umat Muslim karena suasana lebih semarak dan tidak ada kebimbangan bagi umat tentang mana yang benar dan salah.

#21 2023

April 20, 2023

Ramadan (29)

Di bulan ramadan kali ini, saya banyak menghabiskan waktu untuk menonton tayangan acara login di akun youtube Dedy Corbuzier. Habib Ja'far dan Onad menjadi pembawa acara dengan menghadirkan bintang tamu yang berbeda dari tokoh agama.

Meskipun ada beberapa kalangan yang tidak terlalu suka terhadap Habib Ja'far karena dianggap merupakan bagian dari kelompok Syiah namun saya sendiri sepakat dengan usahanya untuk menebarkan kebaikan dengan penganut agama lain.

Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, membutuhkan sosok kelompok muslim yang merepresentasikan Islam sebagai agama yang toleran dalam batas tertentu. Potensi benturan seringkali timbul dari perbedaan yang ada jika tidak dikelola dengan baik.


#20 2023

April 19, 2023

Ramadan (28)

Sebentar lagi bulan ini akan berlalu. Saya mencoba untuk merefleksikan apa saja yang sudah saya lewati selama sebulan ini. Tentu saja mengenai target yang saya susun di bulan ini dengan hasil yang nihil. Saya benar-benar tidak bisa fokus dalam banyak hal.


#19 2023

April 18, 2023

Ramadan (27)

Hidup semakin dipenuhi dengan tantangan demi tantangan seiring dengan bertambahnya usia. Menjadi dewasa bukan berarti tantangan menjadi sedikit namun sebaliknya, tantangan hidup semakin variatif dan membutuhkan usaha dan komitmen yang kuat untuk menyikapi dan menghadapi masalah yang ada.

Sebagai seorang yang beragama, tentu pedoman hidup untuk menghadapi tantangan sesuai dengan ajaran agama yang diyakini. Dengan demikian, hasilnya tidak akan membuat kita kecewa karena perkara hasil akhir murni prerogatif Sang Maha.

Buya Hamka memberikan pesan tentang hidup: "Tugas kita bukanlah untuk berhasil, tugas kita adalah untuk mencoba karena di dalam mencoba, di situlah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. Bukan dilarang membuat cita-cita yang baru, tetapi berpikirlah dengan wajar, yang akan datang itu disyukuri tetapi yang ada itu lebih disyukuri lagi. Jangan tangisi yang telah hilang tetapi syukuri yang sudah ada."

Hidup ini perkara kemampuan kita untuk menyikapi setiap fase yang dilalui. Sebagai manusia, pasti akan ada fase yang menjadi titik terendah karena khilaf yang diperbuat namun yakinkanlah diri bahwa semua itu merupakan perjalanan panjang untuk menemukan diri sejati. Tidak ada manusia yang tiba-tiba menjadi manusia seutuhnya namun mereka menjalani proses panjang untuk memahami diri masing-masing.

#18 2023

April 17, 2023

Ramadan (26)

Hari ini, matahari di langit Jakarta sangat terik dan cuaca begitu panas. Selain itu, jalanan Jakarta seperti dikepung kemacetan yang tidak memberikan sedikit ruang untuk bergerak. Sekitar jam tujuh, saya mengantar istri dan melihat betapa padatnya kota ini.

Cuaca yang panas di bulan ramadan menjadi salah satu tantangan dalam melaksanakan puasa. Negeri ini memang menjadi negeri dengan populasi umat Islam terbesar di dunia namun tantangannya tentu juga tidak mudah. 

Kata Buya Hamka: "Jika ingin melihat orang Islam, maka lihatlah ketika hari raya idul fitri, tetapi jika mau melihat orang beriman, maka datanglah ke masjid ketika salat subuh."

Miris memang melihat kondisi sebagian orang Islam yang tidak mencerminkan prinsip hidup yang diajarkan oleh agama Islam. Seringkali terlalu fokus pada hal yang sifatnya indrawi sementara hati tidak pernah ditata untuk kemudian menjadi tenang dalam samudera hidup yang penuh fatamorgana.

#17 2023

April 16, 2023

Ramadan (25)

Sebentar lagi ramadan berlalu tanpa meninggalkan kesan yang berkualitas. Saya dikalahkan diri sendiri dengan berbagai hal yang sia-sia. Sesaat sebelum memasuki ramadan, saya punya beberapa target untuk diselesaikan termasuk membaca dan menulis tetapi hasilnya nihil. Saya benar-benar tidak mampu memaksa diri untuk sedikit lebih keras melakukan hal-hal bermanfaat.

Saya menonton salah satu tayangan youtube Martin S tentang bagaimana dia mengakali distraksi pada saat mengerjakan disertasi. Dia menghabiskan banyak waktu main game sampai pada titik klimaks sehingga muncul rasa bersalah dan akhirnya kemudian menyelesaikan tugasnya.

Rasa bersalah seringkali menghinggapi setiap kali saya menghabiskan waktu secara sia-sia namun setelah itu, saya tidak mampu memulai sesuatu yang lebih bermanfaat karena selalu berulang.

#16 2023

April 15, 2023

Ramadan (24)

Tadi pagi saat sedang santai di kamar sambil membuka media online, saya agak kaget membaca berita tentang tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK terhadap walikota Bandung. Memang tidak ada hubungannya langsung dengan saya namun karena tiga bulan ini saya berdomisili di Bandung, maka berita tersebut menarik perhatian saya.

Sepersekian menit kemudian, saya buka sosial media yang bersangkutan. Ada postingan kemarin tentang antusiasmenya menyambut pertandingan Persib yang akan diadakan hari ini. Dia bahkan memberikan tiket gratis kepada tiga orang dengan komentar paling menarik. 

Korupsi di negeri ini memang tidak pernah benar-benar bisa diberantas. Korupsi dalam berbagai varian yang selalu tidak diprediksi bentuknya.

#15 2023

April 14, 2023

Ramadan (23)

Libur akhirnya tiba. Saya benar-benar menghabiskan begitu banyak energi untuk beradaptasi di lingkungan yang baru. Tentu belum berjalan dengan baik dan saya merasa bahwa sejauh ini, begitu banyak kekurangan yang harus saya benahi.

Proses adaptasi sudah berlangsung selama tiga bulan. Saya masih merasa menghabiskan waktu dengan sia-sia karena terlalu banyak waktu yang saya gunakan memegang hp daripada membaca buku untuk bahan adaptasi. Jika ini berlangsung dan saya tidak bisa mengalahkan diri sendiri maka tentu saya akan hidup dalam kegagalan.

Doa-doa selalu saya rapalkan untuk bisa mengalahkan diri sendiri yang terlalu sering kalah dalam memerangi nafsu melihat hp.

#14 2023