Selalu saja
ketika akan meninggalkan sebuah tempat yang sudah menjadi zona nyaman akan muncul
kekhawatiran yang amat besar. Entah terlalu nyaman dengan tempat yang sekarang
ataukah bahkan kekhawatiran tentang tempat yang dituju tidak akan membawa
keberuntungan. Selalu saja seperti itu dan ada ruang hampa yang tertinggal di
dalam hati ketika meninggalkan tempat ini.
Seperti
itulah aku adanya. Dua bulan lalu saat akan meninggalkan sebuah kota di barat
provinsi ini, ada perasaan yang sepertinya tertinggal di sana. Jejak kenangan
yang berserakan seakan amat sangat sulit untuk ditinggalkan dan selalu berharap
bahwa pada suatu saat nanti, waktu akan membawa kembali ke sana memungut satu
persatu kenangan hidup yang teramat indah untuk dilupakan begitu saja.
Sekarang,
dua bulan sudah berlalu. Aku pun segera akan meninggalkan kota ini menuju kota
yang lain. Harapan untuk menuai mimpi di kota tujuan sangatlah besar meski
kutahu bahwa kota ini pula sangat indah untuk ditinggalkan namun ada impian
besar yang menantiku di kota sana yang segera harus kuwujudkan. Aku sama sekali
tidak ingin tertawan oleh masa lalu karena akan mencampakkanku pada perasaan
sentimental terhadap semua kenangan yang telah kuukir. Harusnya bahwa aku terus
saja melangkah dan menjejak kisah hidup tanpa harus tertawan oleh masa lalu
meski sesekali menoleh ke belakang sebagai nostalgia dan menjadikan pelajaran
apa yang telah dilalui
Yah,
tiga hari lagi aku akan melangkah dari kota ini. Waktu seakan berputar begitu amat cepat tanpa
memperdulikan setiap dari kita yang tidak menyadarinya. Waktu akan menggiring
kita ke perubahan jika kita tidak segera untuk merubah diri karena seringkali
bahwa orang yang berubah karena dipaksa oleh waktu, tidak seperti yang mereka
inginkan lain halnya ketika kita berubah dengan kehendak kita sendiri. Salah satu
langkah dari perubahan adalah berhijrah dan menantang setiap masalah hidup. Jangan
terpaku dengan masa lalu yang hanya menjadi cerita namun jalani hari ini dengan
baik sembari terus menatap masa depan.
Sampai jumpa
kota ini. Kita akan berjumpa di lain waktu saat impianku terwujud dan aku akan
mendatangimu mengunjungi setiap tempat favoritku di sini. Tidak lama aku akan
mengunjungimu lagi, dan mudah-mudahan saja tahun depan dan ingat bahwa aku
mengunjungimu tidak sendiri namun dengan wps. Mengunjungi setiap kenangan kami
yang belum sempat kami tuntaskan di kotamu ini.
Buatmu kota
ini. Doakan semoga saja kota yang sebentar lagi akan kuhuni memberiku ruang
yang aman seperti yang telah engkau berikan kepadaku. Doakan semoga kota yang
sebentar lagi kuhuni bersahabat denganku dan dengan semua impianku di sana.
Jojoran 3/61
2’4’14