January 27, 2013

Hmmm

Menjamahmu tak hasratku
Karena kupaksa memitingmu
Hingga eranganmu menggema
Memuncak lalu diam dan tidur
Tumbuhlah ia
Benih cinta itu
Dan masa telah menjawab
Merekahlah ia
Dalam taman taman berbunga
Memaksa setiap mata mencuri pandang
Ranumlah ia dikala itu
Terbersit hati ingin memiliki
Sang gadis berwajah teduh
9-12-12

Sang penunggu

Engkau setia menungguku
Dalam liang lahat yang pekat
Engkau dalam penantian tak jemu
Untuk menanyaiku tentang hidup

Ketika masa itu tiba
Aku diarak ke tempatmu bersemayam
Dengan iringan doa doa terbaik

Dalam diam
Engkau menyapa kedatanganku
Engkau bertanya
Tentang setiap kisah hidupku
Saat tak mampu lagi berdusta

Di kala mulut terkatup
Dan saat kujawab
Setiap kali palumu menenggelamkanku

Engkau makhluk penunggu kuburan
Terngiang aku kan menjumpaimu
Bahkan saat ini
Belum ku tersadar dari salahku

Saat di sisi lain
Waktu terus mengantarku
Menuju dirimu
Bahkan mungkin saja
Entah esok atau kapan
Kita kan bersua

Semoga saja engkau bertanya
Tentang hal yang bisa kujawab

9-12-12

Menagih Januari


1-12-2012
November tenggelam di kegelapan malam
Desember mulai memperlihatkan sayap sayap
dengan tersipu malu
selaksa harapan kutulis buat desember
setumpuk cerita usang kutitip
untuk november
buat dibawah pergi jauh

kutemani desember semalam suntuk
kuceritakan kisahku yang tak tergores
dia berjanji kepadaku
menemani samapai januari datang menjemput

15-12-2012
Dipertengahan desember ini, aku masih setia
Menunggu januari yang cerah
Dia kan datang dengan sejua asa
Takkan jua ia mengingkari janji janjinya
Muncullah ia disaat desember tenggelam

31-12-12  22,00
Di penghujung desember musim hujan
Sesaat lagi januari kan menyapa
Setiap janji kan tertagih

Walau tak terucap namun,
Tetapkan ada
Semoga saja masa ini
Januari menghadirkan asa dalam nyata
Mengantarku ke ruang takdir yang lebih baik
Hinggah ku bersimpuh
Kehadirat Allah yang kuasa

1,25 -12-13
Januari dalam kisah
Dengan hujan menghiasi, dengan
Semua doadoa trbaik
Berlari membuak setiap pintu takdir seperti
Yang kutitip padanya
Sebelum dia muncul masa ini

Mulai kumenagih setiap harapan
Membiarkan semuanya yang tertunda dalam
Keberadaan yang belum pasti
Cerita
Kisah
Dalam januari musim hujan kali ini
Mendendang tetes hujan yang tersisa
Semoga saja yang terbaik

Senandung Hidup


19-12-12
Ibu tua samping rel
Masih memintal asa dalam gelap
Demi takdir yang harus dijalani
Walau sering cibiran menghampiri

23-1-13
Bocah kumal di stasiun itu
Mengais harapan yang tak pasti
Menanti manusia manusia dermawan
Dan terkadang hujatan menyapa

27-1-13
Bapak tua penunggu terminal
Bergumul dengan peluh yang membanjiri
Mendamba kelebihan rezeki manusia di sampingnya
Bahkan cacian yang disematkan

Oh kalian,
Manusia tercampakkan,

Tasbih Ayah



Pada mentari yang menanjak perlahan
Mengikuti jejakmu berlabuh ke sawah
Dengan bekal masakan ibu,
Dengan cangkul sahabatmu
Engkau mengukir tanah basah dengan sejuta asa

Di setiap sisi mukamu
Tak tergores setitik keluh
Walau kadang bias
Dan engkau
Dalam nyanyian syahdu semesta

Tanganmu menyemai benih
Terpercik lumpur di bajumu
Menjadi doadoa dalam tasbih
Memeluk angan di pematang itu

Padi menguning dalam masa
Tersungging senyum dalam batinmu
Bahkan dimata
Semua terbalas
Oleh peluh yang dulu tak henti menetes

Dan hasil panen itu
Engkau rangkai hasil padanya
Tentang kebutuhan hidup kita
Tentang biaya anak anakmu
Walau meski
Tak tersisa buatmu

Secerca asa menghampirimu
Saat semesta menyapamu
Dan setiap malammu untuk doadoa
Tak terulis dalam katakata
Hanya saja
Semua tujuan gerakmu hanya satu
Tentang keridhaan Allah


                                                          9 januari 2013