Sudah hampir dua minggu, ada salah seorang penghuni kos baru di rumah kos tempat saya menginap. Dia menyewa persis di samping kamar saya dan tepat di ujung tangga sehingga setiap akan turun ke bawah, saya pasti melewati depan kamarnya.
Tidak ada yang aneh namun demikian, saya sama sekali belum pernah bertegur sapa karena selama dia menyewa di sebelah kamar saya, hanya sekali saya berpapasan ketika hendak ke kamar mandi. Saya juga belum sempat menegurnya sekadar untuk menanyakan kabar.
Setelah beberapa hari, saya melihat bahwa di depan kamarnya hanya ada sepatu bahkan ketika ke kamar mandi, dia mengenakan sepatu yang juga digunakannya ketika keluar. Sifat gibah saya dengan diri mulai muncul. Beberapa kali saya membatin kenapa sih dia tidak membeli sendal jepit agar tidak merepotkan ketika masuk kamar mandi.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut beberapa kali terbersit di dalam hati saya dan akhirnya karma kembali menghampiri diri yang hina ini.
Tadi pagi saat sedang di kamar mandi dan tidak sedang berjalan kaki, tiba-tiba saja sendal jepit saya putus tanpa sebab yang signifikan. Saya langsung merasa sangat bersalah telah membatin sesuatu yang negatif terhadap orang lain.
Kejadian tersebut semakin menguatkan keyakinan saya bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dikuantifikasi bahkan saya yakin bahwa ada realitas metafisika. Persoalannya, kejadian-kejadian semacam itu seringkali terjadi kepada diri saya ketika berpikir negatif terhadap orang lain.
Bandung, 21 Januari 2024