April 25, 2014

KOSONG


Dalam rasa yang tak padam. Menjelajah setiap sudut yang kosong dimana ruang itu amat sangat kecil dan tersembunyi yang bernama nurani. Disini terdiam dalam setiap detik kesunyian yang menemani. Kalau saja secercah asa menghampiri dan mengerus kehampaan itu. Benar-benar sebuah tempat yang menjauhkanku dari diri atau apakah aku yang sengaja berlari menjauh dari diriku namun yang pasti bahwa kehampaan sering kali menghampiri tanpa ada petuah dari sang sufi yang terkadang datang di senja dan mengajrkanku tentang hidup
Aku benar-benar hampa. Ruang kosong yang tertinggal jauh tanpa ada nilai rohani yang mengisi. Ini semua khilaf karena jauhnya aku berjalan dari diriku dan tak berusaha untuk kembali. Terlalu sering melihat ke setiap orang dan meninggalkan kebahagiaan yang hakiki di dalam nurani yang tertinggal. Aku terus saja mendiamkan diri dan terus saja begini tanpa peduli lagi akan kebutuhan rohani yang mendesak.
Aku harus kuat. Kembali menyinari diriku dan kembali bersama diri Karena terlalu jauh diri akan menyesatkan. Semua yang dibutuhkan sudah tersimpan di dalam diri. Teori ini sudah lama kuanut namun sering kali aku alpa tentangnya. Duniawi yang menyilaukan membuatku harus bertarung lebih keras lagi apatahlagi nafsu yang menggila dan merenggut semua kebahagiaan yang sudah kurangkai semasa dulu. Entah mereka sudah berlalu kemana sehingga tak terlihat lagi. Aku mencari di sela-sela waktu, di setiap got ataupun di belantara kota ini namun taka da. Semua sirna begitu saja bersama dengan kesombanganku yang merasa mereka tidak berguna lagi. Aku diam dan terpenjara dengan perasaan yang tak terkira pedihnya. Entahlah akan sampai kapan namun aku telah melampaui batas di beberapa khilaf yang membuatku harus menyucikan rohani yang berdebu.

Cilandak, 25,4,14

No comments: