Asean yang merupakan organisasi regional di Asia tenggara punya tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan di kawasan ini,inilah yang harus dimengerti oleh segenap pemimpin negara sebagai pengambil keputusan di kawasan ini yang semestinya sebelum mengambil suatu keputusan yang berpengaruh bagi kehidupan di kawasan asia tenggara,haruslah dipahami apa yang berguna bagi kehidupan di kawasan ini.
Segala cara telah diambil oleh para stake holders di kawasan ini dalam hal meningkatkan pertumbuhan ekonomi.salah satu indikasinya adalah ditandatanganinya Asean charter di singapura pada konfrensi tingkat tinggi Asean tanggal 20 november tahun lalu.namun bukan berarti dengan penandatanganan tersebut Asean mengambil banyak manfaat karena malahan menimbulkan kontroversi,misalnya saja negara kita Indonesia merasa ragu dengan target yang ingin dicapai melalui kesepakatan para stake holders di kawasan ini dalam membawa Asean terintegrasi menuju pasar tunggal dan basis produksi pada 8 tahun kedepan.
Ada banyak kontroversi mengenai piagam Asean charter tersebut.khususnya di negara indonesia,terjadi silang pendapat antara beberapa pengamat politik.misalnya Masduki Badlowi,anggota komisi 1 DPR RI dari fraksi kebangkitan Bangsa mengatakan bahwa isi Asean charter itu sendiri amat ideal dan sangat menjanjikan karena piagam tersebut menggambarkan bagaimana sebuah impian hidup sejahtera bersama.Masduki menambahkan bahwa Ini sebuah gagasan membangun cita-cita bersama. Ini sangat ideal sekali, dan bagus mengenai bagaimana agar komunitas ASEAN itu ke depan sama seperti komunitas bersama Eropa (Barat) yang kini diperlebar ke Timur.
Namun disisi lain,Baginda pakphan mengatakan bahwa piagam Asean hanyalah semacam payung hukum sebuah organisasi karena pada saat ini,dasar pembentukan Asean masih berbasis deklarasi belum ada piagam atau sejenis AD/ART yang mengatur.dia juga menambahkan bahwa meskipun free trade area{FTA}antara Asean dan cina telah berlanjut namun Asean mengalami kerugian di bidang pertanian ,tekstil,manufaktur dan lainnya.
Hajriyanto thohari,salah satu anggota komisi 1 DPR RI juga melancarkan penolakan.menurutnya bahwa Asean charter tersebut cacat prosedural dan substansial,namun bisa saja dia menerima piagam tersebut jika sudah dilakukan perbaikan
Hajriyanto thohari mengatakan bahwa piagam tersebut cacat prosedural karena melanggar undang-undang nomor 24 tahun 2000 tentang perjanjian internasional.dia menambahkan juga bahwa dalam Pasal 2 UU Nomor 24 Tahun 2000 itu, ditegaskan: "Menteri memberikan pertimbangan politis dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam pembuatan dan pengesahan perjanjian internasional, dengan berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat dalam hal menyangkut kepentingan publik".
Inilah yang mesti dipahami oleh seluruh bangsa yang ada di Asia tenggara sebelum menerapkan piagam ini karena belum diterapkan namun sudah sangat banyak penolakan-penolakan yang terjadi dimana-mana.sehingga perlu ditinjau ulang karena ini menyangkut kehidupan seluruh masyarakat Asia tenggara.yang kemudian diharapkan ketika piagan tersebut diterapkan,maka tidak ada lagi keraguan-keraguan yang mengiringi perjalanan Asean menuju cita-cita besar komunitas Asean tahun 2015.
Kekurangan yang ada haruslah dibenahi terlebih dahulu.sebelum apa yang dikhawatirkan benar-benar terjadi,karena begitu repotnya ketika semua elemen-elemen dalam Asia tenggara telah menjalankan itu semua,namun dalam perjalananya terbentur oleh hal-hal yang mestinya tidak terjadi.seperti perselisihan antara anggota yang selama ini rawan sekali terjadi.satu hal lagi sebelum melangkah lebih jauh adalah semua anggota Asean harus punya rasa saling memiliki sehingga tidak ada lagi negara-negara anggota yang mengambil hak dari negara anggota lainnya.
Sikap rasa solidaritas benar-benar sangat diperlukan karena itulah pondasi yang sangat kuat yang akan menopang perjalanan Asean kedepannya.dimana sikap tersebut masih langkah saat ini karena masih banyak terjadi percekcokan diantara sesama anggota.mustahil Asean akan melangkah ketika masaalah-masaalah seperti ini belum mapan.
Keraguan tersebut sangatlah beralasan,khususnya bagi bangsa indonesia karena mengingat banyaknya kasus-kasus yang melibatkan Indonesia dengan negara-negara Asean lainnya misalnya malaysia yang mengklaim beberapa budaya asli bangsa Indonesia dan juga kita sangat dibohongi dengan proposal Singapura tentang kerja sama pertahanan.menurut saya,bangsa kita perlu berhati-hati dalam segala yang diputuskan dalam Asean charter terebut,ditambah lagi dengan pengambilan keputusan yang menurut saya akan sangat sarat dengan kepentingan dimana ketika salah satu negara tidak menyetujui keputusan tersebut maka otomatis tidak dapat diputuskan.keputusan ini dikenal dengan ASEAN decisions based on minus X principle.
Keraguan akan terciptanya komunitas Asean pada tahun 2015 mendatang juga disuarakan oleh Jusuf Wanandi wakil ketua dewan penyantun CSIS yang mengatakan bahwa ada beberapa persoalan yang perlu dibahas yang bisa mengganggu perkembangan organisasi Asean,dengan diadakannya coordinating council yang terdiri dari para menteri luar negeri telah diciptakan satu lapisan kekuasaan baru antara KTT dan ketiga council komunitas Asean:politik-keamanan dan sosial budaya.hal ini akan memperlambat pengambilan keputusan dan akan membuka ketengangan antara menteri luar negeri dan menteri-menteri fungsional di council komunitas ekonomi dan sosial budaya.
Jusuf wanandi juga meragukan tentang anggaran bahwa sekertaris jenderal yang diperkuat dan ditambah tugas-tugasnya namun ternyata cara penghitungan anggarannya tetap sama bahwa iuran tergantung dari iuran terkecil anggotanya contohnya laos adalah pembayar iuran terkecil dengan 900.000 dollar AS dengan prinsip yang dianut ASEAN setiap anggota juga membayar jumlah iuran yang sama.
Dengan ditandatanganinya Asean charter tersebut,ada indikasi bahwa Asean akan meniru kebijakan yang ditempuh oleh Uni Eropa,yaitu penyeragaman.namun hal yang perlu dimengerti bahwa Uni Eropa adalah sebuah organisasi yang berbentuk supranational institution yang berbasis pendekatan institusional formal sedangkan Asean sendiri adalah organisasi regional yang masih berbentuk international institution yang mayoritas anggotanya lebih memilih konsensus.
Begitu pula tentang Badan Hak-hak Asasi Manusia yang menyangkut kepentingan masyarakat, tidak ada kejelasan apa pun di dalam Asean Charter, kecuali masih akan dirumuskan ketentuan-ketentuannya oleh para menteri luar negeri, tanpa ada jaminan bahwa badan itu sungguh-sungguh bergigi dan efektif. Karena jelas bahwa Charter ini hanya memuat ulangan-ulangan dari status quo, malahan dipersempit dalam cara-cara pengambilan keputusan. Karena itu, saya berpendapat bahwa rencana yang tertuang dalam Asean charter akan mengalami banyak tantangan di masa mendatang dan akan sedikit sekali mendatangkan keuntungan dan mungkin hanya pada negara-negara yang memang sudah maju sebelumnya.
Menurut saya pribadi bahwa ada banyak hal yang perlu diselesaikan oleh Asean yang paling mendesak yaitu konflik internal yang terjadi sesama anggota Asean itu sendiri.misalnya masaalah transnational crime contohnya human trafficking,illegal logging dan masih banyak kejahatan-kejahatan lintas batas yang luput dari pengamatan. Asean harus mampu memediasi seluruh negara anggotanya bukan hanya negara yang punya nama di mata internasional.
Tantangan-tantangan yang mungkin akan mengganggu pengaplikasian Asean charter antara lain pembalakan liar atau illegal logging.dimana kasus ini termasuk dalam kasus transnational crime dimana banter terjadi pembalakan liar di suatu negara namun dibawa ke negara lain.adanya negara yang merasa lebih besar daripada negara lain dimana mereka dengan semena-mena melecehkan negara lain.dan masih banyak lagi konflik internal di tubuh Asean yang butuh penyelesaian.
Nampaknya akan ada sesuatu hal yang akan dipaksakan ketika Asean telah menerapkan komunitas Asean 2015 karena kita ketahui sendiri bahwa masih banyak negara-negara anggota Asean yang berkutat dengan masaalah dalam negerinya misalnya Myanmar dengan pemerintah juntanya yang otoriter,indonesia dan Filipina yang sudah mengimplementasikan demokrasi namiun kemiskinan dalam negeri semakin meningkat dan konflik antara negara anggota.
Inilah yang membuat saya ragu ketika Asean menyongsong 2015 dimana akan terjadi penyeragaman di sektor ekonomi namun disisi lain masih banyak sekali negara anggota yang mesti mengurus kondisi dalam negerinya yang belum stabil, yang menurut saya ini yang lebih penting dibenahi terlebih dahulu.akn terlihat kesenjangan yang menyelimuti kawasan Asia tenggara kemudian dimana negara yang sudah kuat fondasinya akan berlari kencang namun negara yang masih harus mengurus kondisi internal akan terseok-seok di belakang.
Asean akan mengalami kerepotan dalam mengakomodasi berbagai perbedaan yang terdapat di tubuh negara-negara Asia tenggara.dimana adanya ketidak selarasan dalam tingkat ekonomi,misalnya singapura yang telah maju perekonomiannya namun disamping itu negara seperti Laos masih harus berpikir keras untuk memajukan ekonominya.inilah yang dikatakan oleh Baginda pakpahan,pengamat politik internasional dari universitas indonesia bahwa salah satu hambatan Asean charter adalah tingkat ekonomi negara-negara Asean yang berebeda. Tingkat ekonomi ASEAN, kata dia, memang dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu grup atas seperti Singapura dengan kemajuan perekonomian yang sangat tinggi,maju dan terbuka
Lalu grup tengah yang terdiri dari Malaysia, Thailand, Indonesia dan Filipina yang memiliki pendapatan menengah dan ekonomi setengah terbuka. Akhirnya, grup ketiga yang terdiri dari Cambodia, PDR Laos, Myanmar dan Vietnam (CMLV) dengan pendapatan rendah dan ekonomi tertutup.
Meskipun Asean telah berdiri secara sombong selama 40 tahun lamanya.namun menurut saya bahwa Asean masih sangat rapuh dimana konfik yang terjadi di kawasan Asia tenggara belum mampu diselesaikan secara total.satu hal yang masih tertanam di benak saya adalah saya masih ragu kalau-kalau Asean masih disetir oleh Amerika serikat karena kita ketahui bahwa awal mula berdirinya Asean tidak lepas dari campur tangan Amerika serikat dimana ketika itu dikawasan Asia tenggara di sebarkan kebencian terhadap faham komunis yang nota bene adalah lawan ideologi dari liberal yang dianut Amerika serikat.
Kekhawatiran saya di atas ditambah dengan sikap antutias pihak Amerika serikat dalam menyambut piagam Asean.Stephen Hadley,penasehat keamanan AS menyampaikan secara terbuka kegembiraan mereka terhadap Asean charter tersebut.bukan berburuk sangka terhadap Amerika serikat namun jangan di tanya lagi bahwa Amerika serikat tidak akan campur tangan kalau tidak ada kepentingannya dan kemungkinan besar Amerika serikat punya kepentingan dalam hal ini sehingga mereka sangat antusias.
Hal yang mungkin terjadi dengan Asean ketika Amerika serikat harus terlibat dalam rumusan ini adalah mereka lebih mudah mengakses masuk di Asia tenggara tanpa ada hambatan.slogan mereka yang anti teroris ternyata mampu membius stake holders di Asean untuk memberikan mereka ruang.dimana stephen hadley mengasumsikan bahwa Asia tenggara masih rawan dengan teroris dan Amerika serikat bisa menjadi partner sejati dalam memerangi teroris tersebut.
Asean harus mampu menempatkan sesuatunya secara proposional.karena jika tidak maka dikhawatirakan Asean malahan menjadi ajang pasar bebas dimana bukan negara-negara Asean yang mengambil keuntungan namun yang mengambil keuntungan adalah negara-negara yang selama ini kita anggap sebagai negara yang tulus membantu,namun ternyata mereka punya banyak kepentingan-kepentingan didalamnya.sebagaimana kita ketahui bahwa kawasan Asia tenggara adalah sasaran empuk para kaum kapitalis dalam mencari pasar baru,dimana kawasan ini kaya akan segalanya terlebih lagi kekayaan alam yang melimpah ruah.
Namun demikian,kita tidak lantas pesimis dengan beberapa keraguan mengenai di tandatanganinya Asean charter tersebut.komunitas Asean yang disebutkan dalam beberapa dokumen resmi Asean termasuk juga piagam Asean bahwa Asean itu sendiri akan ditopang oleh tiga pondasi utama yang sudah kuat yaitu pilar komunitas politik dan keamanan{APSC},pilar komunitas ekonomi{AEC} dan pilar komunitas sosial budaya{ASCC}.inlah yang diharapkan mampu membantu Aean bangkit dalam berbagai bidang.
Asean charter dalam hubungannya dengan Indonesia
Ditandatanganinya Asean charter pada november tahun lalu di Singapura semestinya berdampak positif bagi seluruh negara anggota Asean.termasuk di dalamnya negara Indonesia.jangan sampai keikutsertaan negara Indonesia dalam penandatanganan Asean charter sia-sia.negara Indonesia harus melakukan perbaikan di dalam internalnya.
Hal yang semestinya ditempuh oleh pemerintah Indonesia adalah bagaimana mereka mampu melakukan suatu langkah tegas.kita ketahui bahwa akhir-akhir ini,bangsa Indonesia seakan-akan diremehkan oleh sesama bangsa Asia tenggara.masih hangat dalam ingatan kita ketika Malaysia mengatakan bahwa kebudayaan ponorogo adalah kebudayaan asli mereka dan beberapa kebudayaan asli Indonesia yang diklaim oleh mereka.juga ketika Singapura seakan mempermainkan bangsa Indonesia mengenai perjanjian ekstradisi.
Ketika pemerintah Indonesia tidak tegas dalam meyikapi hal yang semacam itu,maka saya yakin bahwa keikutsertaan Indonesia dalam penandatanganan Asean charter seakan bangsa Indonesia menggali kuburan mereka sendiri.bagaimana tidak,kemungkinan besar negara-negara yang dengan mudah menginjak-injak harga diri bangsa Indonesia akan semakin menjadi-jadi.mungkin saja mereka akan menjadikan kesepakatan dalam Asean charter sebagai alat legitimasi untuk melancarkan aksi-aksi mereka dalam mencapai tujuan bangsanya.
Namun saya yakin bahwa ketika bangsa Indonesia bersifat tegas terhadap hal-hal semacam itu,maka dengan sendirinya kita mampu melepaskan bangsa Indonesia dari kehinaan.contoh kasus yang mesti disikapi secara tegas oleh pemerintah Indonesia adalah kasus ekstradisi para pelaku korupsi,perilaku obligor hitam atau pejabat yang menguasai bisnis di negeri jiran itu kemudian kasus mengenai pencucian uang dan otak pencurian ikan serta pencurian kayu.
Ada kesan bahwa sebagian besar negara-negara yang melecehkan bangsa Indonesia merasa kuat dari bangsa Indonesia.disamping itu bahwa mereka melakukan itu semua semata-mata karena mengejar keuntungan besar.sedangkan mereka tidak perduli bahwa dengan itu semua,maka bangsa kitalah yang akan rugi besar.misalnya koruptor yang lari ke Singapura membawa triliun rupiah,otomatis bangsa Indonesia akan rugi besar sedangkan Singapura akan meraup keuntungan untuk kepentingan bangsa mereka sendiri.
Bagaimana mungkin apa yang disepakati dalam Asean charter akan berjalan mulus ketika hal klasik seperti ini masih saja marak terjadi dikawasan ini.selalu terjadi gesekan-gesekan yang sangat rentan antara sesama anggota Asean yang tidak menutup kemungkinan akan menjurus pada perpecahan internal.
Bangsa Indonesia harus mampu berlari kencang dalam mengejar ketertinggalannya dengan bangsa lain.jangan sampai Bangsa Indonesia hanya menjadi pelengkap dalam kemajuan Asean.maka dari itu,sangat dibutuhkan partisipasi dari berbagai pihak dalam menopang kemajuan bangsa Indonesia dimana diharapkan mampu membawa kearah yang lebih baik.
Kesimpulan
Kondisi Asea tenggara pasca penandatanganan Asean charter benar-benar membingungkan,dimana hal yang telah dijelaskan diatas bahwa masih banyak hal yang belum terselesaikan dalam tubuh Asean,namun penandatanganan Asean charter tersebut seakan-akan menggambarkan bahwa Asean telah mapan dalam menatap masa depan.tetapi,Asean tidak menyadari bahwa konflik internal masih terus bermunculan.inilah yang semestinya mendapat perhatian khusus sebelum melangkah .
Mengenai pertentangan antara yang pro dan yang kontra terhadap penandatanganan Asean charter tersebut,maka saya pribadi lebih sependapat dengan yang kontra yang menganggap bahwa Asean charter itu sendiri akan menghancurkan Asean.alasan yang pertama dimana dalam Asean charter itu tidak diatur mengenai hubungan Asean dengan rakyatnya sehingga Asean terkesan sangat elitis dimana hanya elit-elit politik yang dapat menyentuhnya,sehingga seakan-akan Asean meninggalkan civil society yang bertentangan dengan slogan Asean yang katanya pro terhadap kepentingan rakyat semesta.
Yang kedua meskipun hanya perkiraan saya adalah bahwa adanya indikasi keterlibatan Amerika serikat.dalam hal ini mereka sangat antusias dalam menyambut dijalankannya Asean charter tersebut.mungkin ini aplikasi dari apa yang dikatakan mantan presiden AS,Harry truman pada era perang dingin yaitu mengenai developmentalisme yang ditujukan pada negara-negara dunia ketiga.inilah yang saya khawatirkan bahwa mereka menerapakan teori pembangunan tersebut untuk mengeruk keuntungan karena sebenarnya menurut DR.Mansour Fakih bahwa developmentalisme tersebut merupakan bungkus baru dari kapitalisme
Yang ketiga bahwa ada beberapa negara yang ikut secara terpaksa dalam perjalanan Asean charter tersebut.khususnya negara-negara yang belum maju karena tidak mampu mengimbangi laju pertumbuhan ekonomi,sehingga yang mengambil keuntungan hanyalah segelintir negara yang memang sangat antusias dalam menjalankan piagam Asean charter tersebut dan terkesan bahwa negara-negara yang kurang maju tersebut hanyalah menjadi pengikut.