Sampai saat ini, saya berusaha mengevaluasi apa saja yang sudah saya jalani di dalam hidup dan apa sebenarnya yang menjadi kekurangan saya dalam banyak hal. Sejauh ini yang saya temukan adalah persoalan konsistensi. Saya mengalami masalah dalam konsisten melakukan sesuatu secara terus-menerus untuk mencapai titik klimaks.
Baik itu dalam beribadah, belajar bahkan melakukan hobi pun seringkali saya tidak konsisten sehingga tidak heran jika beberapa pencapaian saya juga tidak maksimal dan terkesan nanggung. Terlalu banyak distraksi dan kekhawatiran yang membuat saya tidak mampu menaklukkan diri dalam menjalani tirakat hidup yang semestinya.
Setelah 11 tahun lamanya berkutat di dunia korporasi, saat ini saya mulai dari nol meniti karir di dunia akademisi. Bidang yang sedari dulu menarik minat saya karena berbagai faktor terutama karena lingkaran pertemanan saya yang memang mayoritas terjun di dunia akademisi.
Kesempatan ini tentu harus saya pergunakan sebaik mungkin karena merupakan pilihan sadar saya meskipun saya sadari bahwa memang saya terlambat start sekitar 5 tahun dari usia yang ideal untuk memulai karir di tempat yang baru, tetapi saya rasa tidak ada yang terlambat. Masing-masing orang memiliki standar waktu tersendiri dalam menjalani sesuatu di dalam hidupnya.
Apa yang kemudian harus saya mulai dari sekarang?
Membaca adalah hal yang wajib sebagai tupoksi saya di tempat yang sedang saya jalani. Setelah membaca tentu harus lebih produktif lagi dalam menulis serta mengembangkan kemampuan untuk menyampaikan pengetahuan ke orang lain.
Soft skill lain yang akan saya kuasai adalah kemampuan public speaking sebagai penunjang untuk mengajar di kelas. Menurut saya bahwa indikator public speaking yang baik tidak terstandarisasi bagi semua orang karena semua orang punya kekhasan masing-masing. Minimal yang dimiliki adalah intonasi dan kemampuan menguasai forum.
#2 2023
No comments:
Post a Comment