July 17, 2014

Selamat Ulang Tahun Gadis

Selamat ulang tahun yang ke-24. Tidak terasa engkau telah berada pada masa ini yang mungkin saja tidak engkau bayangkan sebelumnya. Semoga setiap perjalanan hidupmu ke depan selalu berada dalam keberkahan Tuhan. Semoga saja engkau tidak jauh diri dan tetap berada dalam diri yang tawaddhu.

Orang mencari cinta maka akan kehilangan cinta, mendapatkan dan memberikan adalah dua ujung tombak yang mengarah sama. Tetapi mana yang didahulukan itulah yang terpenting. Aku mendahulukan memberi, seperti Tuhanku yang telah memberikan segala sesuatu yang aku butuhkan dalam hidup. Tetapi banyak orang yang ingin mendapatkan tanpa mau memberikan maka hancurlah keseimbangan itu. ( Miftahul Huda Ms “Buat sang fajar dan bumiku tercinta)

Lama tak menulis tentangmu setelah tragedi hilangnya semua naskah buku yang ingin kuhadiahkan kepadamu. Tragedi itu benar-benar menyapu semangat menulisku yang hampir pasti musnah. Bahkan untuk menulis kebersamaan kita yang penuh cerita di kota ini pun aku tak sanggup hingga akhirnya kemarin aku tersadar bahwa 2 hari lagi menjelang ulang tahunmu. 

Aku bertanya padamu ingin kado apa namun engkau tidak ingin apa-apa hanya ingin bertemu denganku pada hari kelahiranmu. Sejujurnya aku amat sangat menyesal mungkin tidak bisa memberimu kado apa-apa. Hingga kuputuskan untuk menulis saja semua hal tentang kita dan tentang apa saja yang terlewatkan di kota ini.

Serasa waktu menggelinding bagaikan bola di lapangan yang licin, bahwa amat sangat cepat berlalu jejak waktu yang dijalani. Engkau menjelang hari jadimu yang ke 24. Entah apa yang mengalun di benakmu saat engkau tersadar bahwa hampir seperempat abad engkau berubah menjadi manusia. Hari jadimu kali ini pun menandakan bahwa kita telah melewati waktu kebersamaan selama satu setengah tahun lamanya dan kuingat persis tahun lalu bahwa aku masih bisa memberimu bantal warna pink kesukaanmu namun kali ini aku tidak tahu apa yang harus kuhadiahkan kepadamu.

Ingin kutumpahkan semua rasa di tulisan ini tentangmu pun tentang kebersamaan kita. Tahun ini mungkin adalah salah satu tahun terberat yang sedang kita jalani bersama. Waktu yang setiap detik meninggalkan kita tak sedikitpun berkompromi tentang keinginan-keinginan kita. Bahkan saat kita sudah berikrar untuk saling menjaga dan akan bersama dengan janji suci di depan orang tua kita namun tetap saja di kota ini belum memberi harapan yang terang.  

Tiga bulan tanpa kegiatan apa-apa di kota ini benar-benar mengikis semangatku bahkan kondisi fisik yang kadang tidak bersahabat semakin memojokkanku di sudut ruangan gelap dan alasan untuk tetap bertahan di sini adalah engkau dan orang tua yang kusayangi. Aku selalu saja tersedu menyaksikan setiap kisah ketulusanmu terhadapku dan menyemangati dan memberiku kekuatan lebih untuk tetap bersabar. Engkau sama sekali tidak peduli tentang semua kecuali tentang kebersamaan kita.

Di beberapa episode kebersamaan kita di sini, aku masih sering menyakitimu dan membuatmu harus menangis dan itu yang selalu aku sesali. Saat bulir air matamu menetes maka perih kurasakan karena air mata itu tidak seharusnya jatuh karena salahku. Aku selalu saja menyayangimu setiap keadaanmu karena begitulah adanya cinta. Mencintai tanpa melihat kekurangan.  Aku bahkan belum pernah menjumpai seorang wanita yang begitu tulus terhadapku selain ibuku dan itu adalah engkau. Wanita kecil mungil yang memiliki segudang semangat untuk mencintaiku dan bertahan bersama denganku tanpa alasan apa-apa.

Aku dan engkau telah berirkar dan berdoa kepada Tuhan bahwa januari 2015 adalah waktu yang kita rencanakan untuk menghalalkan hubungan kita.  Bahkan kita sadar jalan ke arah sana masih amat berliku karena sampai detik ini aku masih belum punya penghasilan dan kita telah bersepakat dan tentunya aku juga bahwa laki-laki harus bekerja. Namun selalu saja kita menguatkan doa-doa kepada Tuhan semesta alam semoga saja Dia menunjukkan kebesaranNya terhadap rencana suci kita. Ah, terlalu mengharu biru ketika berbicara seperti ini, lebih baik aku menceritakan saja kebersamaan kita.

Hidup adalah ruang kosong dimana kita menyisakan cerita indah di dalamnya. Engkau dan aku pun begitu adanya. Di bulan Ramadhan kali ini, kebersamaan kita selalu saja dilewati di setiap mesjid dikota ini. Berbuka bersama kemudian mencari mesjid untuk tarwih. Ada dua mesjid yang menurutmu sangat engkau sukai karena suasananya yang nyaman. Masjid al-azhar dan masjid Istiqlal. Yah kebersamaan kita di bulan ini dihabiskan di mesjid menunggu waktu berbuka dan menunggu waktu tarwih.

Waktu adalah keadaan yang berulang namun tak sama. Setahun sudah berlalu. Saat merayakan ulang tahunmu di kotamu dengan kue ulang tahun warna pink kesukaanmu. Waktu selalu saja tidak disadari kepergiannya bahkan saat kita terlena pun waktu akan selalu bergerak menjauh dan menggiring kita ke waktu yang berbeda. Semakin waktu berlalu maka hidup yang dijalani adalah sisa dari waktu yang akan menjemput kita.

Tak ada lagi kue tart warna pink kesukaanmu kali ini. Merayakan ulang tahunmu hanya dengan bersama menghabiskan waktu yang tersisa. Mengingat apa saja yang pernah dilalui dan membayangkan seperti apa masa yang akan dijejak di depan kita karena ketahuilah bahwa kemarin adalah sejarah dan masa depan adalah misteri paling pelik yang dipecahkan. Hanya saja bahwa rencana dan harapan membuat kita selalu optimis dalam menantang masa depan yang mencemaskan.

Berlalu bersama kenangan yang kita kisahkan. Dengan tawa canda dan sekali tangis yang mengiringi. Cerita itu akan terkenang suatu saat entah kapan dan terkadang ketika mengenangnya. kita selalu saja ingin kembali ke masa itu dan merasakan indahnya hidup karena memang manusia adalah makhluk yang tidak puas. Itulah mengapa aku selalu berpesan kepadamu untuk selalu menikmati setiap detik waktu yang dijalani karena yakinlah hidup itu indah dengan semua ceritanya. Gampang saja untuk merasakan bahwa hidup itu benar-benar indah. Sering-seringlah mengingat masa lalumu baik itu yang engkau anggap masa sulit maupun masa indah dan aku yakin bahwa seringkali terbersit dalam hatimu untuk kembali ke masa itu dan bahkan ke masa yang engkau anggap masa sulitmu. Itulah memang hidup, baru terasa indah saat sudah dilewati dan baru terasa berharga setelah kehilangan maka hargailah semua waktu yang sedang engkau miliki dan sayangilah siapa yang sedang bersamamu.

Sekali lagi selamat ulang tahun yang ke 24. Semoga saja harapan yang kita cita-citakan diaminkan oleh semesta raya dan semoga saja Tuhan selalu mengiringi harimu dalam ridhaNya. Semoga saja engkau tetap seperti apa dirimu dan selalu bergantung kepada Tuhan. Jangan pernah berlari menjauh dari Tuhan dan jadikan Dia segalanya bagi setiap apa yang engkau lakukan bahkan pad setiap helaan nafasmu.

Bekerjalah seperti tidak memerlukan uang, berkaryalah seperti tidak ada yang menonton, beribadalah seperti tidak mengharapkan syurga. Siapapun yang bekerja dengan ikhlas, mungkin kaya mungkin tidak kaya tapi setiap kali butuh, duit itu ada. (Sudjiwo tedjo di tonight show)


 kado tak berharga
16 juli 14


No comments: