July 27, 2014

Ceramah Ramadan

Suatu waktu di penghujung ramadan, aku dan W memilih masjid al-Azhar blok M untuk shalat tarwih. Kami memang sering kali ke sana karena salah satu masjid yang ada sesi ceramahnya setelah shalat isya dan sebelum shalat tarwah sedangkan mesjid yang lain begitu selesai shalat Isya langsung shalat tarwah. Masjid Istiqlal dan masjid al-Azhar blok M adalah beberapa dari mesjid di kota ini yang ada sesi ceramahnya jadi hitung-hitung menambah ilmu agama.

Malam itu ceramah yang dibawakan oleh pemateri begitu sangat mengena di hatiku. Aku bahkan bersyukur menyempatkan diri ke blok M malam itu meski kutahu bahwa ceramahnya sudah sangat umum namun entahlah dengan gaya bahasa sang penceremah, aku merasa sangat tersentuh oleh isi ceramahnya dan yakin dengan apa yang disampaikannya. Beberapa inti dari isi ceramahnya yang masih terekam dalam memoriku.

Saya yakin rejeki sudah ditentukan oleh Allah jadi saya hanya bisa berusaha dan berdoa karena yakinku tidak ada makhluk yang bisa mengambil rejekiku. Tidak ada satupun makhluk yang bisa mengambil rejeki kita. Rejeki yang sudah tercatat sebagai milik kita pasti akan kita dapatkan. Ketika kita punya sesuatu dan tiba-tiba hilang maka itu bukan rejeki kita atau ketika kita membeli makanan dan belum sempat kita makan tiba-tiba saja tumpah maka yakinlah bahwa itu bukan rejeki kita.

Saya yakin ajal sudah ditentukan oleh Allah tidak bisa dimajukan dan juga tidak bisa diundur jadi saya hanya menjalani hidup dengan berusaha untuk berbuat baik dan menghindari maksiat. Ajal tentunya sudah ditetapkan oleh Allah SWT dan sekeras apapun usaha kita untuk menghindari ajal tetap saja kita akan menemuinya ketika waktunya sudah datang maka janganlah risau terhadap kedatangan ajal tersebut dan yang bisa dilakukan adalah tetap berada di jalur yang benar dan berbuat baik serta menghindari maksiat sampai ajal datang menemui kita.

Ada beberapa cara untuk mempertahankan rejeki kita antara lain :
1.        Bersyukur
2.      Berinfaq
3.       Konsumsi barang yang halal dan baik
4.      Memperbanyak istiqfar
5.      Taqwa kepada Allah SWT
6.      Tawakkal
7.      Silaturrahim
8.      Hijrah
9.      Haji dan umrah
10.   Perbanyak doa

Dari ceramah diatas, aku benar-benar tersentuh dengan isi yang memang benar adanya tinggal bagaimana kita mencoba untuk mengaplikasikan dengan sepenuh hati dan dengan daya upaya melalui perjuangan karena sejatinya untuk tetap berada di jalan yang benar membutuhkan perjuangan yang tidak mudah karena istiqamah adalah syaratnya dan istiqamah itu bukan hal yang mudah didapatkan dan harus diupayakan terus menerus.

Aku akan berusaha untuk melakukan beberapa hal yang menurutku saat ini menjadi masalah terbesarku yang juga menjadi kelemahanku untuk tetap berada di jalan yang benar. Aku belajar untuk mengendalikan nafsu syahwatku yang membelengguku setahun terakhir yang menjebakku dalam maksiat yang melampaui batas

Aku berusaha untuk menahan nafsu amarahku yang setiap saat datang menghampiriku. Menghadirkan kebencian dalam diriku hingga terkadang aku mengikutinya. Aku mencoba untuk mengenal bagaimana itu hidup. Bahwa hidup hanya dijalani dengan jalur yang benar dan apapun yang terjadi maka serahkan semua kepada Allah SWT. Tidak perlu untuk terlalu banyak pertimbangan yang berasal dari olah pikiran karena seringkali sesat


Cobalah untuk menikmati setiap potongan hidup tanpa mengeluh dan tetap bersyukur.

28 Ramadhan 1435 H

No comments: