Suatu waktu di
penghujung ramadan, aku dan W memilih masjid al-Azhar blok M untuk shalat
tarwih. Kami memang sering kali ke sana karena salah satu masjid yang ada sesi
ceramahnya setelah shalat isya dan sebelum shalat tarwah sedangkan mesjid yang
lain begitu selesai shalat Isya langsung shalat tarwah. Masjid Istiqlal dan
masjid al-Azhar blok M adalah beberapa dari mesjid di kota ini yang ada sesi
ceramahnya jadi hitung-hitung menambah ilmu agama.
Malam itu ceramah
yang dibawakan oleh pemateri begitu sangat mengena di hatiku. Aku bahkan
bersyukur menyempatkan diri ke blok M malam itu meski kutahu bahwa ceramahnya
sudah sangat umum namun entahlah dengan gaya bahasa sang penceremah, aku merasa
sangat tersentuh oleh isi ceramahnya dan yakin dengan apa yang disampaikannya.
Beberapa inti dari isi ceramahnya yang masih terekam dalam memoriku.
Saya yakin rejeki
sudah ditentukan oleh Allah jadi saya hanya bisa berusaha dan berdoa karena
yakinku tidak ada makhluk yang bisa mengambil rejekiku. Tidak ada satupun makhluk
yang bisa mengambil rejeki kita. Rejeki yang sudah tercatat sebagai milik kita
pasti akan kita dapatkan. Ketika kita punya sesuatu dan tiba-tiba hilang maka
itu bukan rejeki kita atau ketika kita membeli makanan dan belum sempat kita
makan tiba-tiba saja tumpah maka yakinlah bahwa itu bukan rejeki kita.
Saya yakin ajal sudah
ditentukan oleh Allah tidak bisa dimajukan dan juga tidak bisa diundur jadi
saya hanya menjalani hidup dengan berusaha untuk berbuat baik dan menghindari
maksiat. Ajal tentunya sudah ditetapkan oleh Allah SWT dan sekeras apapun usaha
kita untuk menghindari ajal tetap saja kita akan menemuinya ketika waktunya
sudah datang maka janganlah risau terhadap kedatangan ajal tersebut dan yang
bisa dilakukan adalah tetap berada di jalur yang benar dan berbuat baik serta
menghindari maksiat sampai ajal datang menemui kita.
Ada beberapa cara
untuk mempertahankan rejeki kita antara lain :
1.
Bersyukur
2. Berinfaq
3. Konsumsi
barang yang halal dan baik
4. Memperbanyak
istiqfar
5. Taqwa
kepada Allah SWT
6. Tawakkal
7. Silaturrahim
8. Hijrah
9. Haji
dan umrah
10. Perbanyak
doa
Dari ceramah diatas,
aku benar-benar tersentuh dengan isi yang memang benar adanya tinggal bagaimana
kita mencoba untuk mengaplikasikan dengan sepenuh hati dan dengan daya upaya
melalui perjuangan karena sejatinya untuk tetap berada di jalan yang benar
membutuhkan perjuangan yang tidak mudah karena istiqamah adalah syaratnya dan
istiqamah itu bukan hal yang mudah didapatkan dan harus diupayakan terus
menerus.
Aku akan berusaha
untuk melakukan beberapa hal yang menurutku saat ini menjadi masalah terbesarku
yang juga menjadi kelemahanku untuk tetap berada di jalan yang benar. Aku belajar untuk
mengendalikan nafsu syahwatku yang membelengguku setahun terakhir yang
menjebakku dalam maksiat yang melampaui batas
Aku berusaha untuk
menahan nafsu amarahku yang setiap saat datang menghampiriku. Menghadirkan
kebencian dalam diriku hingga terkadang aku mengikutinya. Aku mencoba untuk
mengenal bagaimana itu hidup. Bahwa hidup hanya dijalani dengan jalur yang
benar dan apapun yang terjadi maka serahkan semua kepada Allah SWT. Tidak perlu
untuk terlalu banyak pertimbangan yang berasal dari olah pikiran karena
seringkali sesat
Cobalah untuk
menikmati setiap potongan hidup tanpa mengeluh dan tetap bersyukur.
28 Ramadhan 1435 H

No comments:
Post a Comment