Kawan, Engkau sedang
berjalan jauh. bahkan sangat jauh dari orang-orang yang
engkau cintai dan engkau sayangi. Engkau sedang
berbalik arah, tepat saat engkau menggenggam sebuah
kebahagiaan bersama teman hidupmu. Engkau tinggalkan
mereka. Namun kutahu bahwa
itu untuk mereka, buat mereka yang engkau cintai.
Kawan, Saat itu, saat
engkau akan melangkahkan kakimu, Kutahu itu sangat
berat buatmu, bahkan langkahmu sangat gontai, bagaimana tidak, teman hidupmu
sedang memeluk buah cinta kalian. Kawan, Kuingat saat itu,
engkau ceritakan kepadaku, tentang kegelisahanmu, tentang semua kegundahanmu,
tentang bagaimana engkau sudah rindu saat semuanya baru akan dimulai, saat
langkah pertamamu baru saja akan engkau ayun.
Kawan, Yakinlah bahwa ini
hanyalah persoalan ruang dan waktu, Kalian tetap sedang
dalam kebersamaan. Yakinlah bahwa
kepergianmu tidak berarti engkau melupakan mereka, bahkan sebaliknya,
kepergianmu adalah tanda cinta buat teman hidupmu, karena kepergianmu adalah
buatnya, buat si calon juniormu yang mungkin saja sudah merasakan cinta kalian
berdua. Kawan, Hidup sedang engkau
jalani, hidup yang kan mengajarkan setiap orang bagaimana caranya menjalani
hidup itu sendiri karena hidup datang bersama dengan ceritanya
Perjalananmu akan
menemukan arahnya dan waktu sendirilah yang kan menjawab itu semua. Kepergian bukanlah
berarti sebagai sebuah perpisahan tapi bermakna pertemuan yang indah yang
sedang di rangkai dengan waktu.
Kawan, Terlihat jelas
dalam guratan wajahmu saat kita bersama, saat kutemani engkau di tempat itu,
terlihat ketulusan kasihmu buat teman hidupmu buat orang yang engkau kasihi. Kau ceritakan si
juniormu yang sedang dalam kandungannya. Takkan ada yang kan
menghalangi kasih kalian bahkan cerita hidup ini sekalipun. Kawan, aku berhutang ilmu
padamu yang telah
mengajarkanku banyak hal, tentang diriku dan tentang kehidupanku bahkan tentang
semua hal yang tak pernah terpikirkan olehku Bahkan disaat
engkau jauh, engkau masih sempat
menyapaku.
kawan, kuingat lagi. tentang semua angan-angan kita, bagaimana melihat dunia yang lebih baik lagi,dunia yang berada dalam kondisi yang adil untuk setiap makhluk, namun itu tidak terjadi sekarang karena bumi sedang dalam masalah dan semoga kita bukan bagian dari masalah bumi
Kawan, dalam kondisi raga
yang terpisah oleh ruang dan waktu. semoga pertemuan
kelak tetap seperti dulu. saat engkau
bercerita banyak tentang hidup ini. Tentang sebuah
mimpi-mimpi indah. Tentang jalan
berbeda yang kita pilih dari kebanyakan orang. tentang kita yang kemudian tidak bersepakat dengan keadaan dunia sekarang. tentang semua ketidakadilan yang semakin memuakkan kita
Kawan, Pada akhirnya, Hidup akan bercerita. Menjelaskan makna dari semua ini, dari apa yang sedang terjadi, dan langkahmu kan tercatat sebagai sejarah perjuanganmu buat orang yang engkau kasihi. namun pada akhirnya, seperti yang sering kita diskusikan berdua, bahwa semuanya kan menuju ke Dzat yang satu, yang abadi, Sang Ilahi karena semua yang sedang kita cintai hanyalah suplemen untuk mencapai cinta yang hakiki cinta dan rindu kepada Sang PemilikNYA
Di
suatu malam tetap pukul 01.00, 11-9-2012.
No comments:
Post a Comment