October 12, 2012

Kawan

Kawan, Engkau sedang berjalan jauh. bahkan sangat jauh dari orang-orang yang engkau cintai dan engkau sayangi. Engkau sedang berbalik arah, tepat saat engkau menggenggam sebuah kebahagiaan bersama teman hidupmu. Engkau tinggalkan mereka. Namun kutahu bahwa itu untuk mereka, buat mereka yang engkau cintai.

Kawan, Saat itu, saat engkau akan melangkahkan kakimu, Kutahu itu sangat berat buatmu, bahkan langkahmu sangat gontai, bagaimana tidak, teman hidupmu sedang memeluk buah cinta kalian. Kawan, Kuingat saat itu, engkau ceritakan kepadaku, tentang kegelisahanmu, tentang semua kegundahanmu, tentang bagaimana engkau sudah rindu saat semuanya baru akan dimulai, saat langkah pertamamu baru saja akan engkau ayun.

Kawan, Yakinlah bahwa ini hanyalah persoalan ruang dan waktu, Kalian tetap sedang dalam kebersamaan. Yakinlah bahwa kepergianmu tidak berarti engkau melupakan mereka, bahkan sebaliknya, kepergianmu adalah tanda cinta buat teman hidupmu, karena kepergianmu adalah buatnya, buat si calon juniormu yang mungkin saja sudah merasakan cinta kalian berdua. Kawan, Hidup sedang engkau jalani, hidup yang kan mengajarkan setiap orang bagaimana caranya menjalani hidup itu sendiri karena hidup datang bersama dengan ceritanya

Perjalananmu akan menemukan arahnya dan waktu sendirilah yang kan menjawab itu semua. Kepergian bukanlah berarti sebagai sebuah perpisahan tapi bermakna pertemuan yang indah yang sedang di rangkai dengan waktu.

Kawan, Terlihat jelas dalam guratan wajahmu saat kita bersama, saat kutemani engkau di tempat itu, terlihat ketulusan kasihmu buat teman hidupmu buat orang yang engkau kasihi. Kau ceritakan si juniormu yang sedang dalam kandungannya. Takkan ada yang kan menghalangi kasih kalian bahkan cerita hidup ini sekalipun. Kawan, aku berhutang ilmu padamu yang telah mengajarkanku banyak hal, tentang diriku dan tentang kehidupanku bahkan tentang semua hal yang tak pernah terpikirkan olehku Bahkan disaat engkau jauh, engkau masih sempat menyapaku.
 
kawan, kuingat lagi. tentang semua angan-angan kita, bagaimana melihat dunia yang lebih baik lagi,dunia yang berada dalam kondisi yang adil untuk setiap makhluk, namun itu tidak terjadi sekarang karena bumi sedang dalam masalah dan semoga kita bukan bagian dari masalah bumi

Kawan, dalam kondisi raga yang terpisah oleh ruang dan waktu. semoga pertemuan kelak tetap seperti dulu. saat engkau bercerita banyak tentang hidup ini. Tentang sebuah mimpi-mimpi indah. Tentang jalan berbeda yang kita pilih dari kebanyakan orang. tentang kita yang kemudian tidak bersepakat dengan keadaan dunia sekarang. tentang semua ketidakadilan yang semakin memuakkan kita

Kawan, Pada akhirnya, Hidup akan bercerita. Menjelaskan makna dari semua ini, dari apa yang sedang terjadi, dan langkahmu kan tercatat sebagai sejarah perjuanganmu buat orang yang engkau kasihi. namun pada akhirnya, seperti yang sering kita diskusikan berdua, bahwa semuanya kan menuju ke Dzat yang satu, yang abadi, Sang Ilahi karena semua yang sedang kita cintai hanyalah suplemen untuk mencapai cinta yang hakiki cinta dan rindu kepada Sang PemilikNYA

Di suatu malam tetap pukul 01.00, 11-9-2012.

No comments: