Kado di ulang tahunmu
yang hanya berupa tulisan tak jelas, tulisan yang kubuat saat mengingat bahwa
engkau berulang tahun hari ini. Tak ada yang special dari tulisan ini, namun
kupikir daripada aku tak mempersembahkan sesuatu buatmu, lebih baik kutulis
saja sesuatu yang menurutku baik untukmu. Entah engkau akan membacanya atau
tidak karena tulisan kado ulang tahunmu ini akan kusimpan sendiri. Buatmu adik
sekaligus kawan yang sudah memasuki umur 23 th, usia yang kuanggap sangat
matang dan mampu melakukan sesuatu yang menurutku bisa berdampak baik kepada keluarga
atau orang lain.
Tulisan
ini akan kumulai dengan quote yang engkau cantumkan di facebookmu “
HASRAT UNTUK BERUBAH
Ketika aku masih
muda dan bebas berkhayal .......aku bermimpi ingin mengubah DUNIA seiring
dengan bertambahnya usia dan kearifanku........kudapati bahwa dunia tidak
kunjung berubah.......maka cita-cita itu pun ku persempit lalu kuputuskan untuk
mengubah NEGERIKU
Ketika usia masih
senja, dengansemangat kuyang masih tersisa kuputuskan untuk mengubah KELUARGAKU
orang-orang yang paling dekat dengan ku tetapi celakanya mereka pun tidak mau
diubah, dan kini sementara aku terbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari:
andaikan yang
pertama-tama yang kuubah adalah DIRIKU, maka dengan menjadikandirikuteladan.
mungkin aku bisa mengubah KELUARGAKU. Lalu berkat inspirasi dan dorongan
mereka, bisa jadi pun aku mampu memperbaiki NEGERIKU. kemudian siapa tau, aku
bahkan bisa mengubah DUNIA.
Kuyakin
bahwa jika seandainya engkau benar-benar ada dalam kutipan di atas, itu akan
mengarahkanmu kepada sesuatu yang paling tidak membawa kebaikan bagi semua
orang. Jika engkau benar-benar ada dalam tulisan itu, kuyakin pula bahwa
hidupmu akan menjadi lebih terarah karena akupun yakin bahwa dalam melakukan
sebuah perubahan maka yang menjadi fokus utama adalah sesuatu yang bisa kita
capai dan berada dalam jangkauan kita. Bertolak dari kutipan di atas bahwa yang
sangat memungkinkan dalam melakukan perubahan adalah merubah diri kita sendiri,
yakinlah bahwa untuk merubah makrokosmos, maka yang pertama kali harus dirubah
adalah mikrokosmos itu sendiri (diri kita).
Dalam
masa ini, saat kita sudah berjauhan, saat kita sama-sama menjalani hidup kita
masing-masing, saat kita sedang merangkai langkah-langkah menuju masa depan,
saat semua yang kita lakukan tak lagi bersama-sama, saat aku dan kau hanya bisa
berhubungan lewat alat-alat elektronik, saat kita jarang sekali bertatapan,
saat semuanya itu berlangsung karena hidup memang begitulah adanya, kemudian
pada akhirnya aku sadar bahwa kebersamaan bukanlah mengenai ruang dan waktu
namun kebersamaan kita ada dalam hati kita masing-masing, kuharap juga bahwa
semoga semua ketidakbersamaan kita hanyalah persoalan ruang dan waktu dan kita
akan selalu menyapa satu sama lain meskipun hanya dalam hati.
Perjalanan
masih panjang, hidup tak akan berhenti sampai disini, tak boleh juga kita
menoleh kebelakang terlalu lama karena yang akan kita hadapi dan dunia yang
sebenarnya ada di depan kita. Buat sesuatu yang akan mengantarkan kita ke masa
depan yang lebih baik,masa depan yang dipenuhi beribu asa yang lebih baik lagi.
Apa
kabarmu hari ini, saat engkau sedang memperingati hari kelahiranmu? Tak
ada kado baju, tak ada kado celana, tak ada kado apapun yang akan kuberikan,
hanya tulisan ini yang kan mengingatkanku suatu saat nanti bahwa saat engkau
ulang tahun yang ke 23 th, aku masih mengingatnya.
Sebelumnya,
akan kukenang dulu masa-masa ketika kita masih bersama di kampung dengan ayah
ibu, karena engkau dan aku hanya terpaut 2 th, kuingat masa itu kita sering
sekali bertengkar, mulai dari hal-hal yang sangat kecil, kadang karena makanan,
kadang karena engkau disuruh ke kebun kemudian saya hanya di rumah saja atau
apapun itu yang membuat kita selalu bertengkar. Pertengkaran yang di kemudian
menjadi hal pengingat bagi kita berdua untuk saling merindukan.
Sepertinya
aku tidak boleh terlalu lama mengenang masa yang telah lalu karena itu hanya
akan menjadi sebuah kenangan yang kita jadikan sebagai sejarah persaudaraan
kita. Hari ini, saat ini, ruang dan waktu telah memisahkan kita, telah
menjauhkan kita, bahkan pertemuan kita sangat jarang, engkau saat ini masih
kuliah namun kau sudah selesai. Kutahu memang kita sering tenggelam dalam
kesibukan kita masing-masing, sering terlupa untuk saling menyapa bahkan
mungkin hanya melalui sms. Semua karena kita sedang menjalani dunia kita
masing-masing.
Sudah
seharusnya engkau menentukan arahmu,
sudah seharusnya engkau melangkah dengan penuh kepastian apa yang kan menjadi
tujuanmu. Pastikan bahwa engkau mampu membedakan hal-hal yang absurditas dan
apa yang benar-benar engkau perlukan, pastikan bahwa setiap langkah yang engkau
ambil adalah langkah menuju kebenaran, pastikan bahwa dalam setiap gerak
tanganmu, engkau takkan melukai sesuatu apapun, pastikan bahwa nafasmu adalah
refleksi rendah hati. Semua yang kan menggerakkanmu adalah hal yang baik
Jangan
engkau tertidur saat ini, jangan engkau memicingkan matamu terhadap apa yang
ada di depanmu, cobalah untuk mengerti dunia yang sedang kita hadapi, sadarlah
bahwa kita sedang berada dalam dunia yang penuh dengan absurditas, dunia yang harusnya kita jalani dengan penuh
keberanian, karena dunia sekarang adalah dunia yang penuh dengan onak berduri,
tetaplah awas dalam melangkah meretas dunia ini.
Saat
engkau gontai, saat begitu banyak yang engkau lihat di dunia ini, saat itulah
engkau mengerti bahwa dunia ini adalah dunia penuh asa yang hampa.belajar
banyaklah dari kehidupan ini, perbanyaklah untuk menutup mulutmu dan membuka
lebar telinga, jangan engkau biarkan dirimu hina Karena dirimu, yakinlah bahwa
dunia ini akan berjalan sesuai dengan cerita langit namun sekali lagi bahwa itu
bukan berarti untuk membuatmu berhenti duduk dan melihat hidup ini.
Tetaplah
melangkah dengan kaki, tetaplah memegang dengan tanganmu, tetaplah mendengar
dengan kupingmu, pergunakanlah setiap apa yang engkau punya pada apa yang
seharusnya, jangan sekali-kali engkau berjalan dengan tanganmu karena akan
membuatmu tak mampu bergerak, tegakkan kepalamu saat menghadapi masalah dan
jangan sekali-kali memalingkan badan kemudian berlari menjauhi masalah karena
saat engkau lakukan itu, maka masalah akan terus mengerjarmu sampai mendapatimu
di sudut kegelisahan kemudian menenggelamkanmu. Ketahuilah bahwa saat engkau
hidup, saat engkau masih menarik nafas, saat itu pulalah, masalah kan selalu
ada. Tidakkah engkau sadar bahwa tarikan nafasmu pun kan menjadi masalah saat itu
tak tercatat sebagai ibadah, tidakkah engkau tahu bahwa keberadaanmu di dunia
pun sudah menjadi masalah saat engkau tak melakukan sesuatu yang berguna.
Sekali-kali
berdiam dirilah engkau, ajaklah dirimu bercakap-cakap, hilangkan egomu dan
temukan semua yang ada pada dirimu, hilangkan kesedihanmu di hari kemarin dan
hilangkan pula kecemasanmu terhadap hari esok yang kau kan lalui. Kesedihan dan
kecemasan hanya akan mengurungmu dalam penjara kegelapan yang tak berarti apa-apa
buat dirimu. Hilangkan semua itu, bahkan hilangkan pula dirimu, kemudian mulai
untuk hanyut dalam ketiadaan sampai engkau tahu bahwa segalanya adalah absurd
dan hanya satu yang benar-benar ada yaitu Sang Pencipta.
Hidup
bukan untuk kita sendiri, hidup kita buat orang lain, buat lingkungan bahkan
buat semua penghuni bumi, saat semua orang sadar itu, bumi akan merestui
keberadaan kita. Jangan
selalu merasa inferior, jangan selalu membuat dirimu tak bisa melakukan
apa-apa, ingatlah bahwa kita harus selalu rendah hati tapi bukan merasa rendah
diri. Selalu sajalah untuk bergerak, selalu saja untuk mengambil setiap
pelajaran dari hidup bahkan jangan lewatkan sedetikpun waktumu tanpa mengambil
pelajaran darinya. Ketahuilah bahwa pelajaran ada dimana-dimana, tercerer di
setiap sudut kehidupan dan pandai-pandailah untuk mengambilnya.
Ingin
kukatakan yang terakhir ini bahwa tujuan hidup adalah Allah, ketika engkau
melakukan sesuatu tanpa ujung-ujungnya untuk menuju Allah, maka sesuatu yang
engkau kerjakan akan sia-sia, bahkan saat menarik nafaspun harus karena Allah. Apa
yang engkau lihat di dunia ini perlahan lahan akan berlari menjauhimu, semakin
engkau mengejar sesuatu yang selain Allah, maka semakin engkau akan teresesat
jauh dan yang engkau kejar pun semakin menjauh namun sebaliknya semakin engkau
mencari jalan dan berusaha untuk mengejar keridhaan Allah maka Dia akan
menjemputmu, membawamu kedalam pangkuannya.
Selamat
memperingati ulang tahunmu, selamat bermain dengan kehidupan, selamat berusaha
menuju ketitik kesempurnaan untuk menjemput ridha Allah
Jogjakarta, 21 oktober 2012
No comments:
Post a Comment