HAM dalam Perspektif Amerika Serikat
Dalam beberapa tulisan maupun pendapat para Ahli, sering kali kita menjumpai pengertian HAM yang berbeda – beda namun Secara umum, hak asasi manusia diartikan sebagai hak dasar yang melekat pada diri setiap manusia yang dibawa sejak lahir yang tidak boleh di ganggu gugat. HAM adalah sebuah wacana yang tdak pernah ada matinya untuk diperbincangkan mengingat bahwa setiap orang siapa pun itu pasti punya hak – hak Asasi, apakah dia keturunan bangsawan atau Budak.
Ketika berbicara mengenai HAM dalam skala Internasional, maka kita sering mendengung – dengungkan HAM dengan Negara yang katanya menjunjung tinggi HAM seperti Amerika Serikat. Jargon HAM menjadi sebuah yang sangat istimewa bagi Amerika Serikat, entah Mereka benar – benar mengerti tentang HAM atau sekedar memperalat HAM untuk melanggengkan Hegemoni mereka di Dunia. HAM bukanlah milik Amerika Serikat, namun kenyataan yang sering kita saksikan selama ini adalah Amerika Serikat seakan- akan menjadi standarisasi HAM yang sebenarnya namun ternyata yang terjadi adalah yang sebaliknya, pemandangan yang terjadi adalah amerika Serikat adalah aktor pelanggar HAM terbesar di Dunia.
Setelah mendapat julukan penegak HAM oleh beberapa Negara yang menjadi kroninya, Amerika Serikat sering kali mengatur bagaimana HAM yang sebenarnya. Mulailah Amerika Serikat menawarkan American Dream yaitu Hidup yang glamour, saling toleransi, tidak ada diskriminasi ras, pengakuan hak asasi manusia setinggi-tingginya. Oleh beberapa Negara seperti Israel, Inggris dan Negara – Negara sekutunya, Amerika Serikat adalah Negara yang humanis.
Mari kita tegok kebelakang aksi heroic Amerika serikat yang katanya menegakkan HAM di belahan Bumi, masih segar dalam ingatan bagaimana Israel menghancurkan Palestina dengan mengorbankan begitu banyak Manusia yang tidak berdosa, dan dalang dari semua itu adalah Amerika Serikat yang katanya penegak HAM. Belum lagi Afganistan yang dibombardir sendiri oleh Amerika Serikat hanya karena alibi Mereka yang mengatakan bahwa Negara tersebut adalah sarang teroris. Sebelumnya lagi bahwa USA telah menghancurkan Irak, Penelitian yang dilakukan Opinion Research Business (ORB) pada September 2007 menunjukkan jumlah korban tewas perang Irak mencapai lebih dari satu juta jiwa. Pembantaian yang dilakukan atas nama demokrasi itu menghabiskan dana hingga USD3 triliun.
Dengan melihat semua kejadian tersebut diatas, maka sangat bodoh Negara – Negara yang masih menganggap Amerika Serikat sebagai sebuah Negara yang masih menghargai HAM. Entah apa yang ada di benak Negara – Negara yang masih membela Amerika Serikat atas tindakan yang mereka lakukan selama ini. Satu hal yang menjadi faktor utama mengapa Amerika Serikat melakukan semua itu bukanlah untuk menjunjung tinggi HAM namun yang terjadi adalah mereka menjadikan HAM untuk melanggengkan dominasi Mereka di Dunia. Kita ketahui bahwa serangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadapa Negara di Timur tengah adalah bagaimana USA bisa mendapatkan cadangan minyak yang lebih banyak lagi.
Hal yang serupa dilakukan oleh Amerika serikat di belahan Bumi Afrika, ketika terjadi perang Saudara di Sierra Leone, ketika itu, USA begitu gencarnya memasok senjata terhadap pemberontak RUF untuk terus melawan pemerintah yang sah. Dari kerusuhan tersebut, Amerika Serikat mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Pertama bahwa USA telah mendapat keuntungan yang sangat besar dari penjualan senjata, Mereka juga bisa membeli Berlian dengan harga yang sangat murah, kita ketahui bahwa pemicu dari kerusuhan tersebut adalah masalah berlian. Setelah mendapatkan keuntungan tersebut, USA membersihkan namanya dengan mendatangi kamp pengungsian untuk memberikan sedikit bantuan terhadap para pengungsi.
Dalam beberapa diskursus dikatakan bahwa Amerika Serikat adalah sebuah Negara yang menerapkan standar ganda di Dunia dimana standarisasi HAM yang di pakai di Negaranya sendiri berbeda dengan yang diterapkan di negara lain.USA adalah negara yang menganggap diri mereka penegak HAM, mereka menentukan yang mana pelanggaran HAM dan yang mana yang tidak melanggar HAM. Dari perspektif itulah , sehingga sering terjadi kerancuan, ketika USA menginvasi sebuah Negara terutama terhadap Negara di Timur Tengah di awal tahun 2000, ketika itu banyak Rakyat sipil yang menjadi korban namun karena USA adalah aktornya dengan dalh memerangi terorisme sehingga bayak negara terutama sekutu USA menganggap bahwa itu bukanlah sebuah pelanggaran terhadap hak asasi Manusia.
HAM menjadi alat jargon Hegemoni yang selalu dilancarkan USA dalam menanamkan pengaruhnya di penjuru dunia. Seperti yang dilakukan di Kolombia dimana Amerika Serikat tidak terjun langsung untuk membantai kelompokm yang menentang hegemoni USA di Kolombia namun kita ketahui bahwa USA adalah dalang utama dari pelanggaran HAM di daera-daerah tambang. Paramiliter yang menjadi aktor pelanggaran HAM di Kolombia di dalangi oleh Amerika Serikat, kita ketahui bahwa USA menggaji anggota Militer dengan angka yang sangat tinggi yaitu sekitar 150.000 $ / tahun. Kolombia adalah negara ke 5 pemasok Minyak untuk USA sehingga USA perlu mengamankan daerah minyak di Kolombia.
No comments:
Post a Comment