Mereka yang sedang berjuang, demi hidup dan demi impian akan orang tua. tiga orang yang sedang dalam perjuangan mencapai cita-cita. mengerjakan goresan tulisan di atas selembar kertas yang menentukan impian mereka. ketiganya sangat dekata denganku. aku tahu bahwa mercka membunuh rasa malas demi sebuah impian meski yang sedang di kejar bukanlah satu-satunya namun setidaknya mereka telah berusaha menanggalkan kemalasan demi wujud impian dan demi orang tua mereka.
Dua orang yang sedang berjuang di pulau kalimantan, dua orang ini lahir dari rahim yang sama denganku. mereka sudah lama menjadi saudara sekaligus sahabat bergurau denganku. keduanya meninggalkan istana rumah panggung kami di kammpung menuju pulau seberang untuk mengukir cita yang lebih cerah. seorang lagi sedang berjuang di kota metroplitan. dia adalah seorang yang sekaligus kupanggil pesek., beberapa bulan terakhir ini menjadi sahabat berbagi suka denganku. semoga saja doadoa semesta buat mereka memudahkan mereka dalam jejak langkah menggapai cita-cita mereka.
Aku yakin bahwa ketiganya berjuang demi impian bukan hanya untuk diri mereka namun lebih dari itu, mereka ingin menyaksikan orang yang mereka kasihi tersenyum bahagia dan tidak lagi menjadi beban hidup buat orang yang mereka cintai.
Kalau saja ingin menulis banyak tentang mereka maka beribu baris kata tak mampu menampung apa yang aku rasakan tentang mereka. kedua orang yang di kalimantan telah menjadi bagian diriku sejak kecil, seringkali kami bertengkar, sering berebut makanan sering tak sepaham namun ada satu yang tidak lepas dari kami bahwa kami akan selalu merindukan dan rindu itu akan semakin terasa ketika kami jauh seperti sekarang dan itu yang menjadi bukti bahwa diantara kami tidak bisa terpisah selain karena kami sedarah pun juga karena cerita hidup telah kami jalani bersama.
Orang yang yang pertama adalah kakak perempuanku, sedikit pemarah dulu waktu kami masih kecil, selalu saja ada yang salah yang membuatnya dia marah kepada kami namun kutahu bahwa itu hanya sebatas marah di mulutnya dan kasihnya kepadaku terbukti saat dua tahun lalu, aku dalam kondisi anti klimaks, orang yang paling sering menemaniku wara wiri dan sering aku repotkan adalah dirinya hingga aku yakin memang dia menyimpan kasih buatku.
Orang yang kedua adalah adik lelaki ku. dia dua tahun dibawahku. dia lumayan dekat denganku meski dulu kami pernah tidak serumah karena dia dirawat tanteku. Selalu saja ada momen yang kuingat diantara mereka dan momen yang kuingat tentangnya adalah saat masih kuliah, aku dalam keadaan sakit dan secara diam-diam, dia mencuci semua pakaian kotorku tanpa harus diperintah.
Orang ketiga yang sedang berada di kota metropolitan adalah sahabat yang selalu menemaniku mengurai sepi di pulau ini, membunuh waktu berdua di sela-sela kesibukan kami yang seabrek dan selalu saja ada waktu yang kami sisakan untuk berbagi cerita. Kasihnya selalu tercurah. seringkali ada momen yang membuatnya histeris ketika ku marah dan selalu berakhir kata maaf dari bibir tipisnya yang kemudian diikuti rengekan manja.
No comments:
Post a Comment