Aku selalu saja tak kehabisan katakata untuk sekedar menulis buat wanita ini. mengingat saja wajahnya dengan sekilas lantas membangunkan inspirasi tentangnya untuk sekedar menulis apa yang kurasakan untuknya. ah, mungkin aku terlalu sentimental setiap kali harus menceritakan tentang wanita ini tentang bagaimana caranya menjalani hidupnya yang sederhana. setiap kali berusaha menggali ingatanku yang mulai pudar di masa lalu namun selalu saja gagal menemukan celah untuk tidak merindunya, berada dipelukannya atau bahkan hanya sekedar merebahkan kepalaku di pangkuannya kemudian dengan kasihnya membelai rambutku hingga ketenangan meresap jauh kedalam sanubariku dan itu yang selalu kurindu darinya.
Malam kemarin, aku menyempatkan meneleponnya dan tepat sekali dugaanku, dia menanyakan kenapa kali ini aku begitu jarang menyapanya lewat telepon. aku sama sekali tak berkata apa-apa hanya sedikit merasa bersalah telah melupakannya dalam minggu ini.
Sepertinya semua perih terlupakan olehku saat mendengar suaranya, bercerita tentang harihariku disini, mengabarkan bahwa aku sehat-sehat saja dan hal penting kupinta kepadanya tadi malam bahwa semoga saja dia selalu berdoa agar aku tetap istiqomah dan tidak salah jalan bahkan terhindar dari dosa yang kurasa sangat sering kulakukan akhir-akhir ini. aku benar-benar futur ma.
Masih tentang pembicaraanku tadi malam dengan wanita ini. selalu saja banyak nasehat yang meluncur dari mulutnya saat bercakap denganku namun aku bahkan merasa nasehat yang sangat terasa hanya dengan mendengar suaranya yang dalam keadaan baik-baik saja. ada kata-kata yang sangat jarang dia ucapkan namun tadi malam akhirnya dia mengucapkan padaku "nak, engkau telah terbiasa menderita dalam kesusahan dan hal yang perlu engkau cari adalah kemudahan hidup".
Begitulah kirakira apa yang dia ucapkan kepadaku tadi malam jika dikonversi kedalam bahasa nasional karena kami selalu saja menggunakan bahasa tanah kelahiran saaat berbicara apa saja.
Lagi tentangku ma, engkau wanita yang selalu saja menjadi orang yang paling kurindu. Aku bahkan sangat menyesal dengan berbagai khilaf yang kelewat batas telah aku lakukan hanya dengan mengingat wajahmu. aku sangat merasa bersalah menyia-nyiakan semua kepercayaan yang engkau bebankan kepadaku. aku tidak seperti dulu lagi yang menjaga apa yang seharusnya aku jaga. aku selalu saja khilaf dengan semua sensasi yang absurd.
dan terakhir, tetap doakan aku ma.
menjadi manusia lagi...!!!
No comments:
Post a Comment