Kupilih hidupku untuk berkhidmat kepada kedua orang tuaku. aku sekarang mengerti bahwa hidupku adalah penghidmatan kepada keduanya tanpa harus meletakkan kebenaran di kepalaku. Aku tahu caranya berkhidmat kepadanya untuk saat itu, bukan harus di sampingnya untuk selalu bersamanya namun pengkhidmatanku kepada mereka untuk saat ini bagaimana membantunya meringankan tugasnya menyekolahkan adikku. Aku belum yakin ini jawaban dari Sang Maha Kuasa atau pun dari olah pikirku namun sejak aku menyelesaikan pendidikanku, aku terus saja berpikir akan kuarahkan kemana hidupku, disaat sebagian besar teman-temanku mengejar cita-citanya, aku bahkan menghabiskan waktuku berbulan-bulan hanya memikirkan hidupku akan kuarahkan kemana bahkan doa yang sering aku panjatkan adalah Ya, Rabb, ajarkan aku tentang diriku dan hidupku.
Aku harus mampu menunjukkan kepada diriku bahwa hidupku tidak sia-sia dengan berkhidmat kepada orang tua. Mungkin saja semua penghidmatan berbeda dan aku juga mengerti seperti apa penghidmatan terhadap orang tuaku untuk sampai saat ini.
Mungkin sudah terlalu banyak kutulis tentang hidup, tentang apa yang harus kujalani dan semua tentang idealisme kehidupan yang masih menumpuk dalam bentuk teori di benakku. aku bahkan tak sanggup memecahkan kepalaku untuk mempertaruhkan prinsipku dan kutahu itu tidak perlu kulakukan karena aku hanya butuh penghidmatan kepada orang tuaku.
Kalau saja bukan untuk bekalku di masa depan, sudah kuhentikan diriku yang masih selalu saja menulis tanpa melakukan apa-apa. Hidup yang terlalu banyak diceritakan bahkan sering menjadi hampa karena persoalan hidup adalah bergerak dan berbuat baik, tak ada satupun elemen dari semesta ini yang diam terpaku, semua bergerak sesuai dengan jalannya.
Semoga saja tidak berhenti pada tulisan yang sangat sederhana ini. aku selalu saja khawatir menuliskan setiap niatku karena seringkali hanya menjadi cerita yang tiada habis tanpa ada wujud nyatanya. Aku bahkan harus berkali-kali memarahi diriku yang terlalu banyak menulis namun tetap saja diam mematung memandangi niatku yang tertuang dalam setiap tulisanku. Aku sama sekali tak menginginkan hal itu terjadi. Niatku bukanlah hanya sebatas tulisan yang kemudian akan menguap menjadi cerita ketika namun harus ada hasil dari semua ini setidaknya harus ada langkah kecil untuk memulainya.
No comments:
Post a Comment