"Cintailah orang yang engkau cintai, seperlunya, karena bisa saja suatu hari dia akan menjadi musuhmu. Bencilah orang yang kamu benci seperlunya, karena bisa jadi suatu hari kelak, dia akan menjadi orang yang kau cintai." (Ali bin Abi Thalib)
Seingat saya, dulu waktu masih duduk di sekolah dasar, salah satu pelajaran yang saya masih ingat sampai sekarang tentang pesan bahwa perang tersebut manusia adalah melawan diri sendiri. Sekian lama saya memikirkan maksud dari kalimat tersebut karena saya sama sekali tidak tahu bagaimana caranya melawan diri sendiri dan apa yang harus dilawan dalam diri.
Seiring berjalan waktu, saya semakin tidak percaya bahwa perang terbesar yaitu melawan diri sendiri karena saya melihat kenyataan bahwa ada sistem besar yang membuat manusia lain sengsara. Sekelompok orang yang memiliki otoritas bersekongkol dengan orang yang menguasai sumber daya kemudian membuat sebuah aturan yang semakin menyengsarakan rakyat kecil. Kenyataan yang saya saksikan membuat saya meyakini bahwa mereka adalah musuh besar yang seharusnya dilawan, bukan diri sendiri.
Perjalanan hidup saya kemudian berlanjut dan usia yang semakin menua kemudian memberikan pelajaran bahwa memang ternyata melawan diri adalah perang terbesar dalam hidup seorang manusia. Ada begitu banyak musuh besar dalam diri yang harus dikalahkan dan ditundukkan agar tidak merusak kehidupan ini.
Kita selalu berada dalam medan perang berkepanjangan. Lengah sedikit maka kita akan dihantam nafsu yang selalu siap menerkam. Sadar diri sepanjang waktu menjadi senjata paling ampuh meskipun pada dasarnya, jarang sekali manusia yang selalu berada dalam keadaan sadar. Itulah kenapa Tuhan memberikan beberapa instrumen untuk menambal kondisi tidak sadar seperti doa atau istighfar.
Ada cerita seorang alim di sebagian besar perjalanan hidupnya namun tergelincir di ujung nafas sehingga dia dikenang sebagai manusia yang merugi. Di lain cerita, ada juga manusia yang berada dalam keadaan tidak sadar namun di ujung hidupnya, dia menyadari diri hakikat hidupnya sehingga menjadi manusia yang beruntung.
#11 2023
No comments:
Post a Comment