Malam ini sebagaimana rutinitas malam minggu sebelumnya, saya memiliki jadwal diskusi buku dengan teman-teman dari Makassar secara online. Biasanya menggunakan media zoom namun kali ini, salah seorang teman yang sering memfasilitasi media zoom sedang berhalangan sehingga kami memutuskan untuk menggunakan google meet.
Hanya ada empat orang teman yang meluangkan waktu hadir di diskusi malam ini termasuk saya. Tidak ada yang bersedia untuk membagikan hasil bacaannya sehingga untuk memantik diskusi, saya terpaksa menshare hasil bacaan saya tentang Agama, Demokrasi, dan Politik Kekerasan yang ditulis oleh prof Haedar. Sebenarnya saya belum selesai membaca semua isi buku namun karena tidak ada yang bersedia maka setidaknya hasil bacaan saya yang masih sedikit bisa menstimulasi teman-teman yang hadir untuk diskusi tentang tema yang saya ajukan.
Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan prof Haedar di media Republika pasca reformasi sampai saat ini, sehingga di beberapa tulisan tersebut, nuansa situasi politik Indonesia era orde baru masih sangat terasa seperti bahasan tentang dwifungsi ABRI dan analisis tentang arah reformasi yang baru saja lahir. Selain itu juga, prof Haedar mengidentifikasi situasi politik pasca reformasi termasuk polarisasi di antara golongan di tengah masyarakat dalam menyikapi reformasi.
Diskusinya berjalan lancar namun teman-teman yang hadir menanggapi dengan pertanyaan, tidak dengan referensi yang lain, sementara saya berharap bahwa diskusinya berjalan dengan baik dan peserta yang lain memberikan informasi atau pandangan yang bisa memperkaya khasanah keilmuan tentang tema besar yang sedang didiskusikan.
salah seorang teman bahkan menanyakan kepada saya bahwa apa yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat biasa dalam sistem demokrasi yang memungkinkan semua orang bisa menyuarakan pendapatnya.
Saya menanggapi bahwa sebagai warga negara, kita punya porsi yang berada di dalam jangkauan kita misalnya mengkritisi kebijakan publik dengan menawarkan solusi atau juga tanpa solusi namun bisa memetakan persoalan yang ada.
# 8 2023
No comments:
Post a Comment