Beberapa bulan setelah menikah, pertanyaan seputar pernikahan menyerang kepalaku bertubi-tubi.
Bukan, bukannya aku tidak bahagia dengan pernikahan bahkan lebih dari itu, kebahagian menyelimutiku tiap hari meski hidup terkadang belangsung monoton namun kemudian teka-teki tentang pernikahan tidak berhenti pada apakah bahagia berdua dengan isteri atau tidak namun selalu ada variabel-variabel lain yang bermain di sekitar pernikahan misalnya saja relasi dengan keluarga pasangan.
Tidak rumit untuk memilah relasi tersebut karena pertanyaannya hanyalah "apakah terjadi gangguan dengan relasi antara keluarga pasangan? jika jawabannya tidak maka selesai masalah namun pertanyaan lain akan bertubi-tubi menghampiri jika jawabannya ya.
Ada banyak pernikahan yang kandas hanya karena relasi dengan keluarga pasangan, entah karena keluarga pasangan yang terlalu ikut campursehingga menjalar menjadi ketidakcocokan. Bagaimanapun, petuah orang tua tentang pernikahan bahwa "menikah itu bukan sekedar menjalin hubungan dengan seorang pasangan saja namun lebih dari itu, menyatukan keluarga isteri dan suami."jika hal tersebut gagal maka ada celah menuju kehancuran pernikahan.
Begitulah pernikahan, bukan masalah enak menit namun harus dipikirkan secara komprehensif variabel-variabel yang bersambungan di dalam pernikahan tersebut.
June 2016
No comments:
Post a Comment