January 14, 2016

14 Januari 2016

Hari yang melelahkan dengan berbagai pikiran yang kalut. Tentang banyak hal yang terjadi hari ini. Kemanusiaan yang tercabik dan keamanan yang menjadi pertaruhan demi segelintir kaum yang mengatasnamakan keagungan Tuhan, entah Tuhan mana yang mereka sedang perjuangkan.
kebenaran seperti apa yang sedang diperjuangkan dengan mengorbankan nyawa orang lain. tidak pernah ada rumus kebenaran dengan jalan medzalimi orang lain. tentang tafsiran kitab suci yang menurut Saya keliru.

Bom menghentak dan menimbulkan teror bagi Masyarakat luas. memang sih korbannya tidak seberapa dibandingkan dengan korban bencana Tsunami namun psikologi Masyakarat luas yang sedang terguncang. semua orang akan merasa paranoid berada di kerumunan atau bahkan di rumah sendiri. 

Ah, Saya kehabisan teori untuk menggambarkan betapa ngerinya Manusia yang memilih untuk berperang daripada berdamai atas nama kesucian. bulshitt menurutku apalagi ditengah Negeri yang aman.

kita seakan ingin menyamai Tuhan bahkan melampaui kuasaNya. kebenaran sepertinya berada di tangan manusia, ah ironi. semua merasa paling benar dan menganggap kebenarannya mutlak. okelah, dalam hidup memang kita harus meyakini kebenaran yang menjadi pedoman hidup namun bukan berarti itu melegitimasi dalam hal menyakiti orang lain karena kebenaran yang kita anut seharusnya hubungannya dengan Tuhan. kebenaran sejatinya yaitu mengasihi ciptaan Tuhan.

Aku benar-benar meracu dengan kejadian kemarin. meski ada teori lain yang menganggap bahwa kejadian tersebut karena tidak adanya keadilan di Bumi ini namun menurutku tidak seharusnya menjustifikasi untuk merusak. bolehlah kita kecewa dengan pemimpin yang tidak adil namun melakukan tindakan yang kemudian malah menghancurkan seperti memperburuk keadaan.

ini teoriku dan jangan diikuti bahwa kejadian-kejadian tersebut lebih didasari atas kepentingan ekonomi politik. mungkin loh ya. 
mudah saja menempatkan diri pada orang lain namun kali ini, rasanya sangat sulit untuk mengerti tindakan meneror dengan alasan kesucian Tuhan apatahlagi di tengah Negeri yang tidak terjadi konflik.

Rawamangun,  16 Januari 2016

No comments: