September 7, 2024

7 September

Tidak ada yang berbeda, semua terlewati sebagaimana lazimnya. Di hari yang biasanya orang-orang rayakan dalam suka cita, saya bahkan tidak melakukan selebrasi apa-apa, selain karena saya tidak punya kultur semacam itu, ini juga lebih pada keyakinan bahwa hidup akan berjalan sebagaimana adanya.

Satu-satunya hal yang berbeda adalah saya semakin sadar bahwa waktu terus menggerus kesempatan saya hidup di bumi ini. Saya semakin menua tetapi fokus hidup masih berganti-ganti. Di saat manusia lain di usia yang sama dengan saya, mereka sudah fokus dalam menjalani karir masing-masing tetapi alih-alih, saya bahkan masih menakar apa yang sedang saya lakukan di hidup ini.

Hari ini, tidak ada yang berbeda, semua berjalan sebagaimana mestinya. Saya bangun tepat jam 5, artinya saya melewatkan lagi salat subuh tepat waktu. Setelah itu semua berjalan normal. Saya menghabiskan waktu memegang HP kemudian menjelang jam 6 pagi, saya memaksakan diri mengenakan sepatu running, mulai menyetel smartwatch, lalu berlari kecil menyusuri rute yang sering saya tempuh.

Tentu bisa ditebak setelah itu, saya akan meracik kopi susu, menyiapkan beberapa potong jajanan sebagai teman ngopi kemudian buka laptop. Nonton youtube dan berbagai aktivitas yang sama sekali tidak produktif.

Hari ini, sekeras apapun hati untuk memulai pola hidup yang baru tetapi ternyata tetap saja gagal. Saya kembali menjalani rutinitas yang membosankan tanpa ada perubahan apa-apa.

Di salah satu kuliahnya, Dr. Haryatmoko melontarkan lelucon yang bernuansa filosofis tetapi sebenarnya bisa juga dijadikan dasar untuk mengubah cara pandang terhadap hidup.

Alkisah, seorang anak trauma tidak di kamarnya karena dia meyakini ada hantu di bawah kolong ranjangnya. Selanjutnya, si anak kemudian mendatangi Psikolog untuk menghilangkan rasa takutnya. Sekian puluh kali mendatangi Psikolog tersebut, sang anak tidak kunjung sembuh, akhirnya berganti Psikolog. Hanya sekali saja dia mendatangi Psikolog kedua dan langsung sembuh.

Selang beberapa waktu, si anak bertemu dengan Psikolog yang pertama. Dia sangat senang karena mengetahui si anak sudah sembuh dari rasa takutnya. Si Psikolog kemudian bertanya kepada si anak, bagaimana anda bisa sembuh? 

"Saya berganti Psikolog." Jawab di anak singkat.

Ternyata Psikolog yang kedua memberikan solusi yang fungsional yaitu, orang tua si anak disuruh untuk memotong ranjang anaknya sehingga ranjangnya tidak memiliki lagi kolong. Akhirnya si anak tidak takut lagi karena tidak ada lagi hantu yang ada di bawah kolong ranjangnya.

Seringkali, mengubah hidup adalah dengan cara mengubah realitas kita. Solusi ini yang seharusnya saya lakukan dalam hidup saya yang sangat monoton dan tidak pernah berhasil fokus dalam berbagai hal yang saya lakukan. Memotong realitas saya merupakan salah satu cara yang harus saya tempuh.

Hari ini sama seperti hari-hari kemarin. Saya merasa tidak ada perubahan atas diri saya selain keyakinan bahwa waktu akan membawa saya pada titik akhir. Mungkin semua akan berjalan normal dan tiba-tiba pada suatu waktu, saya menyesali diri yang tidak mampu mengalahkan semua hal sia-sia.

Apa yang harus saya lakukan ke depan?

Kebagusan III, 

Sabtu, 7 September 2024

No comments: