untuk kesekian kalinya, Saya menginjakkan kaki di daerah yang baru demi tugas kantor. kali ini Saya berangkat ke bagian Sumatera yang paling dekat dengan Banten dengan Bis. ada sensasi tersendiri melakukan perjalanan darat dengan pulau yang berbeda. perjalan ditempuh sekitar 6 jam.
sekitar jam 8 malam, Saya sudah siap sedia di Gambir dengan modal 1 tas ransel. Saya dan salah seorang teman memilih tempat duduk 2 kursi dari belakang sopir. Bis yang kutumpangi ternyata berbeda jauh dari bis-bis yang sering kutumpangi dari Surabaya-Ngawi.
Bis ini dikelola oleh Damri dengan fasilitas yang lumayan mumpuni. terdapat toilet dan ruang khusus bagi perokok. terdapat pula sandaran kaki yang memudahkan kita membaringkan badan untuk membunuh waktu panjang selama perjalanan.
tepat pukul 21:00 WIB, bis mulai bergerak ke arah tol dalam kota. padatnya kendaraan memaksa bis hanya bergerak perlahan. jam segitu memang adalah puncak macetnya kendaraan apatahlagi bertepatan dengan weekend. Saya mulai memejamkan mata ketika bis sudah memasuki tol. entah berapa kali bis memepet kendaraan di depannya sehingga membuatku tidak begitu pulas.
Saya tidak tahu pasti pukul berapa bis kemudian mulai merapat ke Pelabuhan kemudian masuk ke kapal Ferry. Saya tiba-tiba saja terperanjat ketika Sopir meminta para penumpang turun dari bis dan naik ke ruang tunggu kapal.
sekitar 2 jam perjalanan di laut, akhirnya Kapal sandar di Pelabuhan Bakauheni. Para penumpang bis kemudian kembali naik ke bis dan melanjutkan perjalanan ke kota. jalanan dari Pelabuhan ke kota sangat sempit dan masih terdapat lubang yang membuat bis seringkali harus extra keras menghindari jalanan yang rusak. pekatnya malam membuatku tidak bisa menikmati pemandangan di daerah yang terkenal dengan transmigran dari Jawa.
sekitar pukul 03:00 subuh dinihari, kami tiba di tengah kota dan turun di patung Gajah. kesan pertama Saya terhadap kota ini adalah kebersihan. teramat sulit menemukan sampah di pinggir jalan, bahkan Pasar yang biasanya terdapat banyak sampah pun sangat bersih.
Saya dan teman memilih menginap di Hotel Astoria. hotal yang hanya berjarak beberapa meter dari patung Gajah dan tidak sampai 1 km dari tempat aktivitasku selama di kota tersebut.
semua kota memiliki suasana dan ciri khas tersendiri. kota ini terlihat sangat asri apatahlagi di pagi hari karena Masyarakatnya yang sadar akan kebersihan. di malam hari, salah satu spot tempat anak muda menghabiskan malam adalah di bundaran depan mesjid Agung.
selama 5 hari di kota ini, rasanya belum bisa mencicipi suasana dari setiap sudut kota karena kesibukan kerja yang tidak bisa ditunda. untuk ukuran makanan, seperti biasa di pulau Sumatera, didominasi dengan masakan khas Padang dan juga pempek, namun menurutku, harga makanan terutama Pempek Naujubillah mahalnya. untuk ukuran porsi kecil dengan 2 piring seharga 188 ribu plus minuman dingin yang seharusnya tidak terlalu mahal.
Jumat pagi pukul 10:00, kami berbalik arah ke Jakarta. perjalanan pulang sedikit lebih memiliki sensasi karena bisa memandang alam di pagi hari bahkan di atas kapal, Saya bisa memuaskan hasrat memandang indahnya biru laut yang lama sudah tidak kunikmati.
kami tiba di Stasiun Gambir pukul 19:00.
31 5 17
No comments:
Post a Comment