September 1, 2015

September

Entah kenangan apa yang ingin kuingat di bulan ini selain kelahiranku. Serasa hanyalah pengulangan dari tragedi september sebelumnya sebelum menjelma menjadi november yang basah. September hanyalah menyisakan kenangan tentang sebuah hari di beberapa tahun silam ketika aku dilahirkan ke bumi dengan membawa berbagai macam beban bahkan sampai sekarang, aku harus mengakui bahwa beban itu semakin berat di punggungku yang membuatku harus tertatih dalam melangkah.

Selain dari kenangan tersebut, september kali ini mengingatkanku bahwa sebulan lagi aku memasuki fase kehidupan yang baru. tentang tanggung jawab yang lebih besar lagi sementara belum ada apa-apa yang menjadi tumpuan hanya keyakinan yang memantapkan langkah untuk tetap maju menghadapi dunia.

Aku menggambarkan perjalanan waktu seperti garis lurus kedepan dimana setiap titik ada 12 bulan penanda bulan masehi yang sama yang akan dilalui selama masih diberi kesempatan untuk berjalan. Sebenarnya semua hanyalah pengulangan dalam hal nama namun pada dasarnya tidak ada yang berulang karena semakin berjalannya waktu maka semua semakin menua bahkan bumi ini sendiri dan pada akhirnya nanti, bumi akan tiba pada titik unjung yang membuatnya hancur dengan berbagai alasan, mungkin pertama karena bumi sudah terlalu tua, bumi sudah semakin rusak oleh tangan manusia atau bahkan memang bumi sudah ditakdirkan untuk kiamat.

September adalah permulaan dari apa yang sedang saya jalani. Berjalan mengitari setiap jejak langkah yang sudah sejauh ini saya jelajahi.

No comments: