March 19, 2011

Dimanakah Gerangan Budaya Diskusi Dalam Dunia Kampus?

-->
Kampus adalah institusi yang dihuni inlek-intelek muda{bede}yang biasa menyombongkan dirinya dengan gelar Mahasiswa,yang dianggap sebagai simbol institusi pendidikan tertinggi di tengah masyarakat.manusia-manusia yang menjamur didalamnya diharapkan mampu memikirkan solusi-solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang muncul dalam masyarakat.merekalah lulusan-lulusan SMA yang punya tanggung jawab lebih karena mereka bergelar Mahasiswa yang punya sejarah dan makna yang dalam di tengah-tengah masyarakat.
            Namun,apa gerangan yang terjadi pada dunia kampus yang dianggap sebagai kehidupan yang masih ideal pada dekade terakhir? Budaya diskusi yang sering mereka agung-agungkan sebagai langkah awal dalam memahami dinamika sosial seakan-akan menjadi retorika lama yang sudah basi.setiap harinya,kita disuguhi pemandangan yang membosankan dalam kampus,koridor-koridor tidak lagi dipenuhi Mahasiswa dengan suara lantang yang sedang membawakan materi diskusi,tak terlihat lagi sekumpulan Mahasiswa yang melingkar dengan kopi dan gorengan didepan mereka yang sedang mendiskusikan kebijakan pemerintah yang zalim.mereka lebih asyik mengotak-atik laptop dengan main game terbaru.
            Budaya diskusi seolah-olah hanyalah pertunjukan wayang yang ramai digelar untuk MABA pada saat tahun ajaran baru.dimana fenomenanya yang sering terjadi adalah Mahasiswa yang menganggap diri mereka senior memaksa Mahasiswa baru untuk mengikuti diskusi sedangkan mereka asyik tidur dalam himpunan seakan-akan merela lebih banyak tahu dari MABA tersebut.
            Mulailah sekarang meninggalkan budaya feodalisme,janganlah merasa bahwa kamu senior berarti kamu lebih pintar dan tidak perlu lagi berdiskusi,sok pintar di depan maba dan tidak mau bertana pada junior karena gengsi.tidak ada lagi budaya feodalisme yang dipercaya oleh Tan Malaka dalam karya terbesarnya “MADILOG” sebagai budaya yang telah menghancurkan tata kehidupan bangsa Indonesia selama berabad_abad lamanya sampai sekarang.
“Belajar itu bisa dari siapa saja,karena itu jangan suka menganggap remeh orang,nama baik dan kehormatan bisa dating jika kita menghormati sesama dan rendah hati”
                                                     “LEI WEI YEI”

No comments: