April 21, 2024

Aku Menua Dalam Tangis

Aku menua dalam tangisan, tidak mampu berbuat banyak di masa remaja yang kata Rhoma merupkana masa muda yang berapi-api dan maunya menang sendiri. Aku tidak cukup nakal untuk menikmati hidup karena terlalu banyak pertimbangan moral, iya aku jenis anak penurut.

Tapi aku juga bukan manusia yang terlalu tekun dalam banyak hal bahkan sampai saat ini, aku tidak tau apa yang bisa kuandalkan.

Mengerikan,,,

Aku masih sama dengan aku beberapa puluh tahun silam, seorang pemimpi buruk yang tidak jua memulai mimpinya, memuakkan

Aku ingin menangis menumpahkan semua bebal di setiap urat nadiku tetapi sama saja, setelah itu semua akan kembali pada habitatku, 

Seorang pemimpi bajingan yang menghabiskan waktunya dengan angan-angan kemudian tidur dalam mimpi yang terus menerus dirawat tanpa pernah berjuang mewujudkannya.

Ini mungkin hukuman bagi seorang diriku yang tidak mengenal dirinya.

Sudahlah, setelah ini saya akan berlari menjauhi kenyataan, menghilang dari setiap kekecewaan dan kemudian larut dalam mimpi yang lain. 

Seringkali aku membenci diriku, benar-benar benci atas setiap ketidakmampuannya membuktikan kepada dunia bahwa dia bisa melakukan sesuatu yang bisa dibanggakan.

No comments: