Saat tiba di pool Pasteur, travel berhenti beberapa menit sebagai prosedur untuk mengangkut penumpang yang naik dari pool Pasteur. Setelah beberapa saat, mobil travel belum juga berangkat sementara semua penumpang yang naik dari pool Pasteur sudah di atas mobil.
Saya melihat si sopir membuka pintu baris ketiga kemudian bertanya kepada salah seorang ibu dengan dua orang anaknya. Dia memastikan kepada si ibu berapa tiket yang dibeli. Si ibu menjawab bahwa dia membeli dua tiket karena anaknya yang satu masih berumur dua tahun dan masih bisa dipangku.
Si sopir sedikit komplain karena ada satu kursi yang kosong. Mendengar komplain sopir, si ibu dengan legowo mengatakan bahwa jika memang nantinya bermasalah, dia akan membayar lagi kursi yang kosong di sampingnya. Si ibu menambahkan bahwa setiap minggu dia pergi pulang Bandung-Jakarta dengan skema membeli dua tiket dan anak satunya dipangku tetapi tidak pernah bermasalah.
Setelah itu, si sopir menerima argumen si ibu dan segera menuju tempat duduk sopir. Mobil kemudian berjalan di tengah kemacetan kota Bandung menuju pintu masuk tol.
Setelah momen tersebut, saya baru sadar bahwa ternyata si sopir tersebut baru pertama kali saya lihat. Sejak tujuh bulan rutin menggunakan jasa travel ini, baru kali ini saya melihatnya. Sebelumnya saya sangat mengenali sopir jurusan Surapati menuju Lenteng Agung.
#4 2023
No comments:
Post a Comment