Beberapa hari yang lalu, saya berdiskusi panjang lebar dengan salah seorang kolega di kantor. permasalahan sederhana sebenarnya dan sudah sering digaungkan namun tidak pernah saya tanggapi. hanya saja momen saat itu tepat dengan keadaan sehingga saya butuh meresponnya dengan berbagai alasan yang menurutku rasional dan saya bisa pertanggungjawabkan berdasarkan regulasi di kantor dan secara moral yang saya yakini.
Jadi awalnya, saya berniat mengajukan surat over time dan pada saat yang sama, rekan saya tersebut bersuara, entah serius atau bercanda, bahwa dia tidak masalah siapapun yang lembur sepanjang bisa dipertanggungjawabkan di hari kemudian. track recordnya, dia memang menjadi rekan yang paling menentang over time entah dengan alasan apa.
Saya yang sedang dalam mood yang ingin berdiskusi langsung menyambar perkataannya. saya mengeluarkan semua isi kepala yang selama ini saya yakini. dengan detail saya katakan padanya tentang sikap saya terkait over time:
- Saya tidak ada urusan dan tidak akan campur tangan siapa pun yang ingin mengajukan over time sepanjang dia mengikuti alur regulasi yang berlaku di Perusahaan ini. misalnya surat pengajuan Over time ditandatangani oleh Kepala Bagian maka hal tersebut sudah tidak ada masalah.
- Terkait asumsinya yang yang menjurus ke arah moralitas bahwa terkadang di jam kerja tidak dimanfaatkan oleh si karyawan namun di luar jam kantor mengajukan over time. menurut saya bahwa hal tersebut tidak relevan diurusi oleh sesama staf karena fungsi kontrol ada di Kepala bagian.
- Terkaik klaimnya bahwa dia khawatir jika di akherat dihisab atas over time yang tidak pantas. saya menimpali bahwa wilayah moralitas sama sekali bukan wilayah kontrol sesama staf. semua karyawan sudah punya pengendalian dirinya terkait wilayah moral apa yang pantas atau tidak pantas.
- Jika ingin melakukan masuk pada wilayah moral maka seharusnya dibuat regulasi yang bisa diukur, sehingga jatuhnya tidak subjektif, misalnya dia merasa bahwa ada staf yang pada jam kerja mengerjakan kepentingan pribadi namun di jam kantor mengajukan over time maka seharusnya jika ingin mengukur hal tersebut, ada regulasi bahwa staf harus melaporkan apa yang dikerjakan pada jam kerja.
![]() |
| Main Game |
Tidak, saya tidak sedang mengerdilkan seseorang yang ingin menjadikan wilayah moral sebagai alat kontrol di kantor namun menurut saya bahwa lebih bijak jika pegangan kita dalam melakukan kontrol adalah regulasi yang bisa ditakar dan bisa dipertanggungjawabkan secara tertulis. di regulasi dijelaskan apa yang harus dikerjakan dan sanksi apa yang diberikan jika tidak dikerjakan bukan memvonis niat seseorang dengan nilai yang sangat subjektif.
Persoalan moralitas seharusnya menjadi tanggung jawab masing-masing dan dijadikan kontrol bagi di sendiri.
Dunia pekerjaan adalah dunia tempat manusia yang sudah mempunyai kehendak bebas dan tidak sudi diperlakukan seperti manusia yang baru belajar nilai. saya yakin bahwa setiap orang di dunia kerja membawa nilai diri masing-masing dan tidak perlu dipersinggungkan dengan nilai orang lain.
Self reminder agar lebih bijak dalam menegur seseorang.
24 September 2019

No comments:
Post a Comment