Perjalanan padat sejak saya di Divisi ini. hanya seminggu berselang sejak pulang dari Lombok, saya harus kembali mengadakan perjalanan ke ujung utara pulau Sumatera. konsekuensi sebagai pekerja mengharuskan saya harus siap selalu meski dalam keadaan bagaimana pun. agak berat meninggalkan anak saya yang berumur 3 tahun karena sedang lucu-lucunya namun menurutku, ada kebahagiaan tersendiri menjelajahi kota-kota di nusantara, mengamati banyak hal dan belajar kearifan dari apa saja yang dijumpai.
Jika biasanya saya berangkat di senin pagi, namun kali ini saya mengambil penerbangan minggu malam dengan pertimbangan bahwa perjalanan kali ini memakan cukup banyak waktu dan tenaga ekstra. saya berangkat pukul 20.00 WIB dengan masakapai Batik Air. dua jam perjalanan saya tempuh melalui udara kemudian tiba di Kualanamu pukul 22.00 WIB. saya menimbang-nimbang bahwa mode transportasi apa yang harus saya gunakan untuk sampai ke pusat kota mengingat jarak dari Bandara ke kota lumayan jauh, sekitar satu jam perjalanan apalagi ini pertama kali saya menginjakkan kaki di kota ini.
Setelah beberapa saat, saya memutuskan untuk memesan taxi online. tidak butuh lama taxi yang saya pesan sudah tiba di kedatangan. saya duduk di belakang sambil bersandar kemudian menghela nafas. membayangkan bahwa akhirnya saya tiba di kota ini yang merupakan kota terbesar di Sumatera. sekitar setengah dua belas malam, saya tiba di Hotel Cordela. sebelum berangkat, saya memang sudah booking kamar di hotel ini karena tiba di kota yang belum pernah dikunjungi di malam hari akan membutuhkan energi jika harus mencari hotel.
Hotel Cordela tidak sesuai dengan ekspektasi saya. meskipun pada dasarnya bahwa saya sejatinya bisa dimana saja menginap apatahlagi jika hanya sekedar hotel namun mengingat perjalanan ini bukan untuk liburan tetapi pekerjaan sehingga saya membutuhkan setidaknya penginapan yang nyaman untuk menyelesaikan pekerjaan.
Saya putuskan untuk pindah hotel di Grand Sakura. jarak dari Hotel Cordela ke Grand Sakura hanya sekitar 30 meter. hotel Grand Sakura menurut saya murah dengan haraga sekitar 400an, kita sudah bisa menginap di hotel dengan kamar yang luas dan nyaman dengan sarapan yang bervariasi.
Tidak banyak yang saya kunjungi di kota ini. saya hanya berangkat ke kantor kemudian pulang ke hotel di sore hari. energi saya hanya digunakan di kantor untuk sebuah pekerjaan. di malam ketiga, saya menyempatkan makan durian di salah satu kedai durian paling terkenal di kota ini atau bahkan di seluruh Nusantara. rasa duriannya tidak terlalu istimewa meski juga harganya tidak terlalu mahal namun pengunjung yang datang sangat ramai. konon katanya, omzet per hari 700 durian habis terjual, fantastis.
Hal lain yang saya amati di kota ini adalah perilaku pengguna jalan. saya tidak menyangka betapa bar-barnya orang di sini saat berkendara di jalan raya. lampu lalu lintas tidak pernah dipedulikan bahkan pejalann kaki pun seakan tidak mempunyai hak di jalan kota ini. semua seperti terburu-buru dan tidak mematuhi aturan.
Sebelum menginjakkan kaki di kota ini, saya mengira bahwa mayoritas orang di negeri ini adalah Nasarani, ternyata dugaan saya keliru. bahkan ras yang ada di kota ini didominasi Melayu, Jawa, India, dan Cina.
12 Juli 2019
No comments:
Post a Comment