March 28, 2018

OTS #11

Sebenarnya cerita tentang kota selanjutnya yang kujejaki seharusnya sudah selesai di dua minggu lalu namun karena handphone saya hilang dan akun Blogger saya sempat terhapus atas kecerobohan yang seharusnya tidak terjadi, alhasil cerita ini mengendap dan belum kutuliskan.

Saya mulai dari musibah kehilangan hp. jadi hari minggu, sehari sebelum berangkat ke Kota Kembang dalam rangka #OTS, saya bertandang ke tempat salah seorang teman yang datang dari Makassar. dia menginap di Apartemen Sudirman Park, tempat kakaknya. sebenarnya sih kami hanya mengobrol di Lobby namun ketika hendak pulang, saya sadar bahwa hp saya sudah tidak ada di tas, saya balik ke Lobby namun nihil, tidak ada juga di sofa tempat saya duduk sebelumnya. saya bertanya ke Resepsionis tetapi belum ada yang melapor menemukan hp. saya akhirnya pulang dan pasrah. saya dan isteri membeli hp baru di mall Ambassador. 

Esok hari, saya berangkat ke Bandung. biasanya menjelang pulang atau sehari setelah pulang, saya sudah menuliskan perjalanan menjejak tanah yang asing namun kehilangan hp benar-benar membuat moodku tidak terlalu baik untuk bercerita.

Kasus kedua yang semakin memperparah moodku ketika saya salah menghapus akun gmail. tadinya mertua saya meminta untuk menghapus akun google ku dari hpnya namun ternyata saya salah mengikuti instruksi, saya bahkan menghapus permanen akun googleku. hal ini berimbas pada hilangnya akun gmail dan blog. lebih parah lagi karena pada saat mencoba memulihkan akun tersebut, nomor hp yang kudaftar saat membuat akun gmail adalah nomor hp yang sudah lama tidak kugunakan dan entah sudah dimana rimbanya.

Tiga hari lamanya saya mendiamkan hal ini terjadi. jalan satu-satunya adalah mengurus kembali nomorku yang kugunakan untuk memulihkan akun. akhirnya saya ke gerai tempat mengurus kartu yang sudah hilang. saya was-was apakah kartu tersebut masih digunakan atau tidak. ternyata Semesta masih memberkati. nomor tersebut masih bisa digunakan dan saya hanya perlu membayar 25 ribu sebagai biaya administrasi penggantian kartu. setelah aktif, saya mencoba memulihkan akun google ku dan tralalala, DONE....!!! akun google ku aktif kembali.

Mulai cerita tentang Kota Bandung.

***
Saya bersama dua orang tim dari kantor berangkat ke Bandung via kereta Argo Parahayangan. kereta membawa kami dari Gambir pukul 07.15 WIB membelah kota Jakarta menuju Jawa Barat. penumpang lumayan padat padahal hari itu adalah awal hari ngantor, mungkin sebagian dari mereka juga melakukan perjalanan tugas sama sepertiku. seingat saya, kereta hanya berhenti di dua stasiun, Cimahi dan Bandung.

Kami tiba di Bandung jam setengah 11 siang. rencana awal ingin menikmati kuliner di sekitar stasiun Bandung namun ternyata warung sate yang merupakan usulan dari temanku ternyata sudah pindah tempat. kami memutuskan untuk langsung ke kantor Cabang via mobil online. butuh sekitar 40 menit dari Stasiun Bandung ke Jl. Amir Machmud Cimahi.

Sore harinya, kami memesan kamar di Hotel Vio di bilangan Pasteur, hotel yang menurutku tidak terlalu mewah namun lumayan untuk ukuran karyawan kelas teri seperti saya.

dari hari Selasa sampai Jumat, rutinitas berlangsung seperti biasa. jam tujuh pagi sarapan di hotel, bersiap ke tempat aktivitas, kemudian sehabis Maghrib pulang ke hotel istirahat. saya tidak benar-benar menikmati kota Bandung karena tempat berkegiatan kami masih berada di wilayah Cimahi.

Waktu kami tersita oleh masalah di tempat aktivitas. ada beberapa hal yang harus diselesaikan sehingga tidak ada waktu untuk menikmati malam dengan mengitari kota seperti yang biasa saya lakukan ketika sedang kegiatan #OTS. akhirnya sampai jumat malam, saya benar-benar hanya fokus pada kegiatan utama yang harus saya selesaikan.

oleh sebab kami hanya booking kamar di Vio hotel sampai jumat siang dan ternyata kegiatan baru selesai di jumat malam jam 11, akhirnya kami menginap secara mendadak di Hotel Tjimahi. pengalaman menginap di sebuah hotel tua yang menurutku lebih mirip dengan wisma. kamar tanpa AC maupun kipas angin dan ada tiga buah ranjang tua dengan banderol harga 350 ribu per malam.

Esok hari, saya ke kawasan Pasirleutik via ojek online. saya sudah janji dengan salah seorang teman yang menetap di kota ini. Saya mengingat-ingat kota ini yang kujejak tiga tahun yang lalu. tidak ada yang bersisa selain ketika masuk di kawasan Dago. ingatan saya mulai pulih karena di tiga tahun yang lalu, saya menginap di kontrakan belakang kantor Telkom di depan gedung sate.

Saya sampai di rumah teman setelah menyusuri jalanan dari Cimahi sekitar 40 menit. sejatinya saya sama sekali belum puas menikmati udara di kota Kembang karena hujan yang tak berhenti mengguyur. malam harinya, saya harus kembali ke Ibu Kota.

kapan-kapan plesiran lagi ke kota itu.
28 3 18

No comments: