November 24, 2017

Panggung Terakhir untuk Si Tiang Gawang

Meskipun anda terlalu banyak berjasa bagi klub yang paling tidak keren di jagad sepakbola Italia atau bahkan dunia, klub dari Turin, Juventus, namun tidak lantas membuat saya membenci anda karena bagaimanapun, anda sudah banyak berjasa juga bagi Timnas Italia yang merupakan timnas andalanku di setiap edisi World Cup dan Euro Cup.

Bung Gigi,
Anda menjelaskan kepada dunia bahwa umur hanya sebuah hitungan angka yang sama sekali tidak ada korelasinya dengan kemampuan di lapangan. Usia yang sudah menjelang senja tidak lantas membuat anda begitu saja menyerah dan melemparkan kaos tangan pertanda undur diri bahkan libido bermainmu semakin bergairah. Siapa yang tidak kagum pada ketangguhanmu selain mereka yang tidak menyukaimu.

Barangkali akan banyak yang sinis bahwa kemampuanmu bertahan di level atas sepak bola dunia di usia 39 tahun karena posisimu yang hanya sebagai penjaga gawang. Mereka lupa bahwa penjaga gawang bukan berarti tidak menguras tenaga malah lebih dari sekedar fisik, penjaga gawang penuh dengan tekanan mental ketika timnya dibobol sehingga butuh konsentrasi penuh selama 90 menit pertandingan.

Bung Gigi,
Kesedihanku begitu besar melihatmu gagal membawa Italia lolos ke turnamen piala dunia. Sebuah kegagalan yang menyedihkan seluruh warga Italia bahkan sebagian besar pencinta sepak bola di seluruh dunia. Benar bahwa anda tidak kebobolan saat pertandingan play off di San siro melawan Swedia namun kekalahan pertandingan di leg I membuatmu harus mengubur mimpi berlaga piala dunia yang terakhir kalinya. 

Rencanamu buyar untuk pensiun setelah piala dunia. menurutku, biang kerok paling empuk untuk disalahkan pada kegagalan Italia adalah sang juru taktik, Giampiero Ventura. Sudah banyak ulasan dari banyak kalangan bahwa doi memang sama sekali tidak pantas melatih Italia.

Bung, 
Timnas Italia sekarang memang tidak sementereng Timnas Italia 2006 yang kala itu menjuarai piala dunia. Maka sedikit wajar menyadari kenyataan bahwa Italia mungkin memang tidak pantas untuk berlaga di piala dunia 2018. Anda sudah tidak didukung oleh dua bek tanggung, Cannavaro dan Nesta. Tidak ada lagi seniman lapangan tengah, Andrea Pirlo dengan muka datar yang mampu membius penonton saat menguasai bola. Tidak ada lagi penyerang sekelas Vieri dengan tubuh kekar mampu melepaskan tendangan keras dan sundulan yang akurat.  

Bung Gigi,
Sekedar saran dari saya sebagai penggemar Timnas Italia dan klub Inter Milan. Lebih baik anda pensiun karena Timnas Italia tidak berlaga di piala dunia. Jika karena alasan ingin membawa Juventus juara Champion sebelum memutuskan pensiun, saya kira anda lebih baik mengubur mimpi tersebut. Juventus hanya sebuah klub receh di hadapan para jagoan tim Eropa. 

Lagian, sampai sekarang kenapa anda bisa-bisanya bermain untuk klub yang jerseynya mirip marka jalan. Kalau mau tahu yang bung, Juventus itu sama sekali tidak ada keren-kerennya sedikit pun. 

Satu lagi pesanku ya bung sebelum anda menyesal. Lebih baik pensiun sekarang karena Juventus tidak pernah menghargai pemain yang sudah loyal bermain untuk klub tersebut. Anda ingat kan bagaimana Juventus memperlakukan Del Piero dengan sangat tidak elegan. Istilahnya habis manis sepah dibuang.

Coba bandingkan dengan klub paling keren, Inter Milan. Javier Zanetti sangat dihormati di sana sebagai salah satu legenda bahkan setelah menyatakan pensiun. Dia diberikan posisi strategi di jajaran pengurus klub. Keren kan bung. Ah sayang sekali dulu anda tidak memilih Inter Milan sebagai klub yang pantas dibela.

Sudah dulu yang bung. Coba direnungkan saran saya untuk cepat-cepat pensiun daripada menghabiskan tenaga hanya sekedar menjaga gawang Juventus dari kebobolan. biarkan saja Juventus dibobol, gawangnya tidak perlu dijaga.

24 11 17

No comments: