Belum ada sama sekali jejak tentang ramadhan yang kutinggalkan di lapak ini sedangkan ramadhan sudah memasuki pertengahan. Entah malas atau memang tidak ada yang harus diceritakan.
Masjid dekat rumahku hanya sekali seminggu mengadakan ceramah tarawih. Setiap kali selesai shalat isya, langsung dilanjutkan shalat tarawih. Itulah mengapa tidak ada bahan ceramah yang harus kuulangi. Seingat saya, baru 2 kali ceramah sampai pertengahan ramadhan.
Ketua masjid di dekat rumahku terlalu keras terhadap anak-anak yang datang ke masjid. Seringkali dia mengusir anak-anak yang ribut di lantai dua untuk pulang saja jika tidak mau tenang.
Saya selalu tidak sepakat dengan para orang tua yang memarahi anak-anak yang ribut di masjid. Bukan juga membenarkan namun setidaknya, modal utama mereka karena sudah rajin ke masjid, tinggal cara memahamkan para orang tua kepada anak-anaknya untuk tidak ribut di masjid tanpa harus memarahi mereka di tengah jamaah apatalagi menggunakan pengeras suara.
Kita semua pernah melewati masa kanak-kanak dan seharusnya sudah bisa merasakan euforia ramadhan sebagai seorang bocah sehingga menurutku betapa naifnya para orang tua yang merasa paling benar memarahi bahkan mengusir para bocah yang ribut di masjid.
#catatan Ramadhan
10 6 17
No comments:
Post a Comment