Kembali
mengunjungimu setelah sekian lama lupa. Hanya sekedar membaca tulisan-tulisan
sampah yang pernah kuukir. Tulisan disini mayoritas tidak pernah kubaca setelah
kutulis karena terkesan norak namun entah kenapa, Aku selalu saja betah untuk
nyampah di blog ini. Entah sekedar untuk eksis, ingin dianggap keren atau
apalah.
Ingin
menulis kajian ekopol namun referensi minim oleh karena malas membaca, ingin
menuliskan fenomena sehari-hari namun selalu saja hasilnya tulisan yang
nanggung dan terkesan dipaksakan yang berakhir menjadi tulisan amat sangat
norak dan menggelikan bahkan untuk sedekar dibaca sendiri, ingin mengisi blog
ini cerpen tetapi gagal juga karena sama sekali tidak berjiwa, ingin belajar
berpuisi namun pemilihan diksi selalu saja tidak pas. entah genre tulisan
apalagi yang pernah kucoba namun sama sekali tidak satupun yang berhasil
mengesankan bahkan untuk diriku sendiri.
Okelah,
ruang ini hanya akan menjadi semacam tempat belajar untuk mencoba meniru
tulisan-tulisan yang kusuka meski berakhir menjadi tulisan yang tidak ada
gunanya sama sekali.
Harus
kuakui bahwa untuk ukuran kuantitas, 2 tahun terakhir aku banyak mengisi ruang
ini dengan berbagai macam coretan semau gue namun untuk ukuran kualitas, tidak
perlu ditanyakan. Terlalu banyak tulisan yang hanya berupa draft bahkan tidak
diakhiri dengan kesimpulan atau inti dari tulisan itu sendiri.
Oh
iya, tadinya ingin menulis catatan akhir tahun dan resolusi seperti apa ruang
ini untuk tahun-tahun berikutnya. Sederhana sih sebenarnya. Ingin menulis yang
lebih berkualitas lagi apapun jenis tulisannya. jika tulisan kehidupan
sehari-hari, semoga jelas inti tulisannya dan tidak serba nanggung, jikalaupun
cerita namun tetap mengandung nilai kehidupan dan apapun nanti tulisannya.
hanya berharap bisa membawa nilai kehidupan meski hanya sekedar sebagai
pengingat diri sendiri bahwa ada banyak hal dalam hidup yang perlu dimaknai,
direnungi kemudian dijadikan pelajaran untuk lebih baik lagi.
Semoga
saja tidak ada perasaan ingin dianggap keren dan berharap menuai pujian dari
orang lain, toh labelisasi kekerenan itu harusnya ditempatkan di anus yang
bercampur dengan pup sehingga dengan mudah tiap saat kita membuangnya kedalam
kloset kapanpun kita mau. Jika kekerenan diletakkan di muka maka hanya akan
menjadi topeng yang menutupi diri sebenarnya. Berhentilah untuk menghamba
pujian dan belajarlah untuk hal yang lebih substansial lagi.
Gemuruh
terompet sudah sahut-sahutan di kota ini, kuakhiri saja catatan ini kemudian
cuci muka dan kaki, menuju pembaringan dan menarik selimut, menyumbat telinga
dari pekaknya duniawi dan terlepas dari euphoria manusia yang sedang menyambut
tahun baru.
Ah, entah apa yang sedang mereka rayakan
diluar sana sambil menghabiskan beribu lembar duit..? mereka sedang merayakan
perjalanan menuju kepunahan, merayakan absurditas. Aku memilih tidur. Merayakan
tahun baru dengan caraku sendiri
Selamat
Tahun baru 2016 (katanya)
Mampang
Prapatan VII
31 Desember
2015 22:36
No comments:
Post a Comment