October 21, 2014

Dua Bocah Yang Keren

ah, aku suka foto kalian ini. benar-benar suka karena genggaman tangan kalian sebagai adik kakak benar-benar erat dan aku tidak yakin kelak ketika kalian beranjak dewasa, genggaman seperti ini akan terlihat lagi. aku bahkan terharu mengingat betapa dekatnya kalian sekarang dan seperti apa kalian saling menjaga. percayalah bahwa ikatan yang ada diantara kalian akan terus tumbuh.


aku speechless mau menulis apa tentang foto kalian ini. keren dan aku suka banget. aku bahkan tidak pernah menggenggam tangan saudaraku seerat ini. semoga saja kalian bertumbuh besar dan selalu mengingat foto ini sehingga saling menjaga dan berkasih sayang.
dengan pandangan yang mantap melihat alam dan aku percaya bahwa kalian tidak akan gentar menghadapi dunia ini. aku yakin itu dengan melihat foto kalian. jangan seperti aku yang terkadang harus takluk dengan semua yang harus kupenuhi tanpa mengindahkan cita yang terbaik yang pernah kususun



benar-benar pemandangan yang mengasyikkan melihat foto kalian ini. jadikan ini kenangan sampai kalian menua. banyak hal yang ingin kukabarkan kepada kalian tentang dunia yang sudah kujalani sampai sejauh ini meski aku sendiri terkadang kalah dalam perjalanan waktu yang menjemukan. suatu waktu kalian akan menjumpai banyak hal di dunia ini. semoga Allah SWT menganugerahkan umur panjang kepada kalian supaya bisa belajar banyak tentang kehidupan. karena percayalah hidup itu tidak akan pernah seindah dengan mimpi kita dan juga tidak akan pernah semudah yang ada di dalam pikiran. butuh perjuangan untuk melewati apa yang akan dihadapi di dunia ini.

sebelum menulis panjang yang tak ada habisnya, aku ingin menanyakan kepada kalian apa kabar kalian hari ini..?? aku bahkan setiap hari ingin mengetahui kabar kalian dan tingkah polah seperti apa lagi yang kalian lakukan yang membuat terkekeh kakek dan nenek kalian. entahlah di foto ini sangat keren. engkau fadel yang sebagai kakak dan laki-laki menenteng senjata mainan dengan muka yang sangar seakan berkata bahwa semua yang akan mengganggu meisya akan engkau tumpas dengan senjatamu dan engkau meisya, dengan senyuman tulus yang merekah, engkau seakan mengabarkan kepada dunia bahwa engkau sedang disamping seorang laki-laki yang gagah dan engkau amat sangat merasa aman ketika bersamanya. aku tersenyum geli setiap kali melihat foto kalian ini. sangat tepat menggambarkan 2 bocah bersaudara yang akan menantang kerasnya dunia. tak ada kata menyerah di wajah kalian. tetaplah bersama dan selalu menjaga dan mengingatkan bahwa kalian punya keluarga yang selalu menyayangi. jangan salah langkah seperti pamanmu ini yang hanya pandai berteori namun tidak kuat mempertahankan prinsipnya.

Aku ingin bercerita beberapa kisah tentang relasi antara anak dan orang tuanya nak. Di bulan ini yang katany bulan perayaan kasih sayang, seorang ayah di Malang tega membunuh anaknya.  Bocah itu hanya terpaut 2 tahun diatasmu nak fadel. Alasan ayahnya pun sangat sepele. Dua anaknya bertengkar berebut baju ketika sang ayah pulang dari sawah. Mungkin karena capek, ayahnya kehilangan kesabaran lalu kemudian menyiksa anaknya yang akhirnya berujung maut. Aku tak tahu harus mengatakan apa dengan kasus seperti ini nak. Masalah sepele yang membuat nyawa sang anak harus melayang. Bahkan aku mendengar banyak ayah yang mengatakan bahwa anaknya adalah pelipur rasa lelah setelah bekerja namun ayah yang ini nampaknya sangat susah untuk dirasionalisasikan perbuatannya karena dia bukan Nabi khidir yang membunuh anak kecil karena tahu suatu saat anak itu menjadi anak yang tidak baik kelak. Sama sekali dia bukan seperti itu nak.

Ada juga ibu yang tega meracuni anaknya karena masalah ekonomi nak. Mereka takut melarat dengan hadirnya anak-anak mereka padahal di ajaran agama yang sampai saat ini kita yakini nak amat sangat melaknat perbuatan membunuh apatahlagi hanya gara-gara takut melarat. ""Dan jangan kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kami yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar." (QS. al-Isra: 31)
                                             
Namun kalau mau mencari figur sesosok ayah yang mendekari paripurna maka tengoklah Lukman nak. Beliau bukan Nabi namun kisahnya keteladanan beliau tercantum di Al-Quran. Betapa mulia kisah yang ditorehkan olehnya.
" dia mengajarkan anaknya berbagai hikmah. Berpesan agar anaknya jangan sekali-kali mempersekutukan Allah. Ah, nanti kalau kalian sudah besar, silahkan buka Surat Luqman nak, kalian akan berlimpah pengetahuan akan relasi anak dan orangtua.

Suatuwaktudibulanoktober2014                                                                                                            

No comments: