March 4, 2013

Diam Yang Bercerita

Cerita di balik diamku menggemuruh dalam dadaku, seakan ingin meledakkan seisi perutku, seakan aku harus menjerit menahannya. diam bukan berarti tanpa makna bahkan diam adalah bahasa seribu makna. tak terdefenisiskan memang namun itulah hakekat diam dengan maknanya.
diam adalah jawaban atas kata-kata yang beku dalam dada. 

selaksa kata dari mulut adalah kebohongan yang menjamur. bahkan seringkali kata yang berhamburan berasal dari perut yang serakah dan menjelma menjadi ayat-ayat tak bermakna. kemudian diam menjadi penyejuk atas setiap kata berbau dari lidah yang tak berperasaan. seandainya saja tak ada yang namanya diam dan semua mulut mulai mengoceh tak berarah maka dunia akan serasa berada dalam drama yang bising, semua akan menjustifikasi kebenaran itu sebagai miliknya.

diam tidak selalu berarti tak tahu apa-apa, diam berarti kebijaksaan paripurna dari manusia yang mampu membungkam mulutnya dari janji yang tak terelakkan. pengenalan diri tidak diperoleh dari mulut yang sering kali berucap namun dari hati yang tenang karena tak ada kata yang terucap. salah satu jalan yang ditempuh dalam mengenali diri adalah diam, biarkanlah diam yang bercerita dalam keheningan. biarkanlah dirimu berbicara ke dalam tanpa melalui perantara suara.

aku bertemu dengan banyak orang di dalam hidupku. mengamati mereka yang kutemui adalah sebuah kenikmatan hidupku dan satu hal yang kujumpai dalam setiap pengamatanku adalah manusia yang lebih mampu menahan lidahnya dari terlalu banyak bicara seringkali memancarkan roman muka yang cerah bahkan mereka terbebas dari kebohongan-kebohongan.
manusia yang dengan begitu mudahnya menghamburkan kata-katanya memang pada awalnya sering menjadi perhatian bahwa mungkin orang akan kagum pada kesan pertama namun percayalah bahwa ketika kebiasaan itu akan berlanjut maka orang seakan tidak respek lagi bahkan menganggap kata-kata dari mulut mereka hanyalah sampah yang tidak bermakna

diam memang sering menjadi jawaban yang pasti. diam adalah cerita kebenaran yang tak berbatas karena makna kata ketika diam bersemayam di hati setiap manusia tanpa harus menambah ataupun menguranginya.

tulisan yang tak berlanjut suatu waktu
saat masih di ngawi.

2 comments:

Asriani Amir said...

wah, ketemu blogger enrekang.
salam kenal.
sori out of case

SERENITY said...

kok tau Saya org Enrekang.? he,he