August 28, 2022

Agustus

Agustus terlalu cepat berlalu, sebentar lagi menjelang September yang artinya bahwa ada momentum berarti yang akan saya lewati. saya semakin menyadari bahwa saya sudah setua ini dan masih kebingungan dalam rimba ketidakpastian. masih terlalu banyak yang harus kubuktikan dan entah dibuktikan kepada siapa?

Saya mengingat-ingat apa saja yang sudah saya lakukan di bulan agustus selain rutinitas mekanis yang saban hari saya jalani. nampaknya tidak ada pergerakan yang berarti selain mengais rezeki sebagaimana biasanya.

Saya sedang berusaha mengubah haluan hidup pada bidang akademisi dengan segala konsekuensi yang akan saya hadapi namun sepertinya belum ada sinyal positif dari semesta, semua masih kabur dalam pandangan dan stagnan dalam kondisi yang sudah saya jalani hampir 8 tahun. 

Saya terkadang berpikir mengerikan menjalani rutinitas yang menjemukan dan melelahkan karena motif gaji semata. hidup dalam kekeringan jiwa yang membuat hidup itu sendiri seperti ruang yang tak memiliki pintu keluar.

Selain itu, terlalu banyak distraksi yang tidak mampu saya singkirkan dan kedisiplinan diri yang kurang keras. Akhirnya di beberapa bulan belakangan, saya merasa bahwa hidup ini memang absurd dan dijalani apa adanya karena tidak ada lagi pilihan.

Sekeras apapun bermimpi dan mengejar mimpi ketika semesta tidak mengizinkan maka semua hanya akan berakhir pada kekecewaan. Saya teringat tulisan Morgan Housel bahwa luck and risk are siblings dan sialnya ada bagian tertentu yang diluar kuasa kita dalam menentukan apakah kita dekat dengan luck atau risk, hal yang bisa kita lakukan mungkin hanya usaha namun tetap saja semesta yang akhirnya menentukan apakah kita berhak pada luck atau risk.

Aneh memang jika memikirkan betapa hidup ini memang seringkali absurd.

No comments: