Tadi saya membersihkan kamar mandi, jika dari dekat tidak terlihat noda sama sekali di lantai kamar mandi namun ketika saya menjauh sedikit, maka terlihat jelas warna lantai kamar mandi agak kuning, berbeda dari warna dasarnya.
Seperti halnya semua hal dalam hidup ini. di awal bekerja sebagai internal audit di sebuah perusahaan. ada sebuah kalimat klise setiap kali datang ke kantor cabang untuk melakukan audit. "kami datang untuk memperbaiki sesuatu yang tidak sesuai regulasi, karena biasanya bau busuk itu tidak tercium oleh penghuni rumah namun akan tercium jelas oleh pendatang." kurang lebih seperti itu perumpaan yang digunakan bahwa sesuatu yang melekat dalam diri kita yang tidak berjarak khususnya sesuatu yang negatif, maka seringkali kita tidak pernah menyadarinya namun terlihat jelas oleh orang lain. maka dari itu, setiap kita berada dalam lingkungan yang sudah terlalu lama, maka ada baiknya menyingkir beberapa saat, menghirup udara segar kemudian mengamati diri kita untuk merefleksikan, apa saja yang selama ini tidak pernah disadari.
Manusia memang fitrahnya tidak mau disalahkan. ego bagi mayoritas manusia terlalu kuat untuk mengamini kritik dari orang lain sehingga jika demikian, kita harus berdamai dengan diri dan mengambil jarak untuk mengkritisi diri sendiri daripada harus menunggu orang lain.
Jarak diperlukan dalam banyak hal. jarak yang terlalu dekat seringkali mencelakakan. inilah kenapa di bagian belakang mobil untuk kursus menyetir, terdapat tulisan "jaga jarak." bahkan jargon tersebut semakin sering kita dengar di masa pandemi ini bahwa kita harus senantiasa menjaga jarak dengan orang lain.
Dalam hubungan pernikahan, jarak diperlukan untuk merekatkan hubungan. itulah kenapa setiap kali saya dinas ke luar kota, ada keterikatan yang mendalam dengan anggota keluarga ketika pulang ke rumah, meskipun sebenarnya absurd karena hanya beberapa waktu kemudian perasaan keterikatan terkikis lagi. muncul lagi ketika pergi dari rumah beberapa saat, begitu seterusnya. entah perasaan yang manipulatif atau seperti apa namun toh hidup memang sungguh absurd, namun paling tidak, jarak adalah kunci.
kita harus pandai menjaga jarak untuk semua hal jika ingin tenang. Jarak yang sesuai porsinya.
No comments:
Post a Comment