Di bandara Soetta pertama kali sejak masa pandemi. semua seakan berubah dalam sekejap. tidak ada perasaan seperti dulu saat momen seperti ini.
ini kali pertama saya harus naik pesawat lagi setelah virus covid menyerang. kali pertama saya ditugaskan kantor dinas keluar kota. jika sebelum-sebelumnya saya menikmati perjalanan seperti ini, namun kali ini semua menjadi seakan terasa aneh. jika seandainya bisa menolak, maka mungkin saya sudah tidak berangkat dalam perjalanan kali ini namun tugas kantor membuat saya harus mengalahkan semua kekhawatiran tentang keselamatan.
Seharusnya kali ini saya antusias karena ditugaskan ke kota yang dekat kampung halaman, seharusnya menjadi momen menyenangkan karena bisa mampir di rumah namun sekali lagi, kali ini perasaan senang dikalahkan oleh perasaan khawatir, tentang virus yang ada dimana mana tanpa terlihat, meskipun mungkin saya akan tetap mampir di rumah menuntaskan rindu yang terpendam lama. semoga saja saya tidak menyimpan virus dalam diri dan tidak menjadi perantara bagi keluarga.
Di bandara Soetta kali ini, saya menengok schedule keberangkatan. begitu banyak penerbangan yang dibatalkan. virus ini benar-benar telah mengubah tatatan manusia yang sudah berlangsung lama, ataukah mungkin bukam virusnya tapi semesta ingin menyeimbangkan kehidupan ini karena manusia sudah terlalu lama menjadi virus bagi makhluk lain.
Entah sampai kapan kondisi ini berlangsung namun satu hal yang pasti, wajah wajah manusia penuh dengan kekhawatiran. mereka cemas tertular dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. semua menghadapi hal yang sama, takut terhadap virus namun roda kehidupan memaksa mereka untuk tetap bergerak, berjalan tegap dan tetap bertahan untuk tidak tumbang.
Semoga perjalanan kali ini baik-baik saja. semoga semesta memudahkan semua urusanku dan menjauhkan dari hal yang tidak diinginkan.
Hidup memang sebuah gerak otomatis yang berpindah dari satu kekhawatiran ke bagian kekhawatiran berikutnya yang tiada berujung sampai akhirnya nanti menemui titik akhir, atau mungkin tidak ada yang namanya titik akhir, yang ada hanya ujung yang bisa terlihat mata. toh gerak hidup akan berlanjut ke kehidupan lain dan mungkin saja merupakan bagian kekhawatiran berikutnya bahkan lebih besar karena kita tidak paham apa yag terjadi di sana.
di Bandara Soetta kali ini dengan wajah para manusia penuh cemas dan sesekali merapal doa supaya tidak tertular virus ini.
Bandara Soetta, 14 September 2020.
03.10 Wib
No comments:
Post a Comment