ini kali kedua saya menginjakkan kaki di kota ini. dua tahun lalu tepatnya bulan Juli, saya sudah pernah ke sini dengan tujuan yang sama, pekerjaan kantor. kota yang mungkin sangat akrab di telinga saya karena ketika pulang ke Madiun, kereta pasti akan berhenti sekitar 30 menit di stasiun kota ini. kota yang sebagian dipengaruhi jawa barat dan sebagian tawa timur pada secara geografis, kota ini berada dalam wilayah jawa barat.
Saya berangkat dari Gambir hari minggu sore, tiba di Cirebon sekitar setengah 9 malam. sesaat setelah turun dari kereta, saya menuju warung makan empal gentong yang berada tepat di depan stasiun. warung ini juga menjadi pelepas lapar dua tahun lalu saat pertama kali ke kota ini.
saya memesan 1 porsi empal gentong dengan segelas lemon tea hangat kemudian dua telor asin. mengenang pertama kali menginjakkan kaki di kota ini dengan makan di tempat yang sama. setelah melahap makanan yang saya pesan, lemon tea masih tersisa banyak di gelasku. saya menuangkan ke bekas botol dan memasukkan ke tasku.
saya memesan ojek online menuju ke hotel tempatku menginap. hotel Dewanti yang sangat murah menurut perhitunganku dengan harga kurang dari 300 ribu per malam. letak hotelnya sekitar 5 km dari stasiun. ojek online membawaku ke hotel melalui jalan utama. melewati bekas kantor lama.
sesampai di hotel, saya mencium aroma hotel dengan desain kuno. hotel ini sebenarnya baru namun konsepnya lawas. desain kamarnya pun seperti hotel lama.
saya hanya semalam menginap di hotel ini kemudian memilih untuk pindah ke hotel Amaris sebagai pertimbangan karena hotel tersebut dekat dengan kantor yang bisa dicapai hanya dengan jalan kaki sekitar 5 menit.
selama 5 hari di kota ini, saya hanya mengitari jalanan sekitar kantor. tidak banyak sudut kota yang saya eksplorasi karena waktu yang mepet dan saya harus menyelesaikan tugas kantor dalam waktu yang mepet. rutinitasku hanya seputar pagi ke kantor, siang keluar makan kemudian sore pulang ke hotel lalu kemudian malam keluar makan.
Jumat sore jam 6, saya sudah harus pulang ke jakarta.
Oktober 2019
saya memesan 1 porsi empal gentong dengan segelas lemon tea hangat kemudian dua telor asin. mengenang pertama kali menginjakkan kaki di kota ini dengan makan di tempat yang sama. setelah melahap makanan yang saya pesan, lemon tea masih tersisa banyak di gelasku. saya menuangkan ke bekas botol dan memasukkan ke tasku.
saya memesan ojek online menuju ke hotel tempatku menginap. hotel Dewanti yang sangat murah menurut perhitunganku dengan harga kurang dari 300 ribu per malam. letak hotelnya sekitar 5 km dari stasiun. ojek online membawaku ke hotel melalui jalan utama. melewati bekas kantor lama.
sesampai di hotel, saya mencium aroma hotel dengan desain kuno. hotel ini sebenarnya baru namun konsepnya lawas. desain kamarnya pun seperti hotel lama.
saya hanya semalam menginap di hotel ini kemudian memilih untuk pindah ke hotel Amaris sebagai pertimbangan karena hotel tersebut dekat dengan kantor yang bisa dicapai hanya dengan jalan kaki sekitar 5 menit.
selama 5 hari di kota ini, saya hanya mengitari jalanan sekitar kantor. tidak banyak sudut kota yang saya eksplorasi karena waktu yang mepet dan saya harus menyelesaikan tugas kantor dalam waktu yang mepet. rutinitasku hanya seputar pagi ke kantor, siang keluar makan kemudian sore pulang ke hotel lalu kemudian malam keluar makan.
Jumat sore jam 6, saya sudah harus pulang ke jakarta.
Oktober 2019
No comments:
Post a Comment